Guru Honorer Berharap Hidup Lebih Baik Dengan Program JKN

Written By Unknown on Kamis, 31 Oktober 2013 | 12.14

Oleh Siti Fatimah

GURU adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Karena guru memberikan pengetahuan serta mengajarkan baca dan tulis kepada mereka yang belum bisa membaca dan menulis atau mengetahui apa itu ilmu pengetahuan. Wajar saja bila muncul juga istilah, guru adalah soko guru bangsa ini. Karena tanpa guru apa artinya sebuah bangsa. Sebesar apa pun bangsa itu. Dan bangsa yang besar adalah bangsa yang juga menghormati gurunya.

Namun ironisnya, meski pemerintah sudah lebih baik memberikan kesejahteraan kepada guru dengan adanya tunjangan sertifikasi bagi guru, tapi itu hanya berlaku untuk guru-guru Pegawai Negeri Sipil (PNS). Ada guru lain yang berstatus honorer yang gajinya sangat jauh dari gaji guru PNS terlebih yang sudah sertifikasi.

Menurut Yanyan Herdiyan, guru honorer sekaligus Ketua Forum Komunikasi Guru Honorer (FKGH) Kota Bandung, rata-rata gaji guru honorer di kota Bandung Rp 300 ribu per bulan. Bahkan tenaga honorer kependidikan gajinya hanya Rp 100 hingga Rp 150 ribu per bulannya. Untuk kehidupan sehari-hari diakuinya sangat kurang terlebih buat anak dan istri. Meski saat ini ada tunjangan daerah namun itu pun belum bisa menjamin. Terlebih bila guru atau tenaga honorer kependidikan mengalami sakit atau kecelakaan saat sedang bekerja.

"Guru honorer termasuk tenaga honorer kependidikan tidak ada jaminan kesehatan apalagi kecelakaan kerja. Jadi kalau sakit atau mengalami kecelakaan, yah kami sendiri yang harus mengusahakan uang untuk berobat," katanya kepada Tribun, Rabu (30/10).

Menurutnya, secara umum sekolah ataupun yayasan tidak menjamin kesehatan atau kecelakaan kerja buat tenaga honorer. Bahkan ketika guru honorer meminta jaminan dari jaminan kesehatan masyarakat (jamkesmas) atau  jaminan kesehatan daerah (jamkesda) pun, mereka tidak bisa karena dinilai mampu. Karenany bila seorang guru honorer sakit keras dan membutuhkan banyak dana, secara sukarela guru honorer lain patungan untuk memberi bantuan.

Di kota Bandung sendiri, ada sekitar 19.000 guru honorer dan sekitar 6.000 tenaga honorer kependidikan. Karena itulah, ujarnya, dengan adanya rencana pemerintah mengikutsertakan 120 juta jiwa rakyat Indonesia sebagai peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional yang dilaksanakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, Yanyan berharap semua guru honorer serta tenaga honorer kependidikan di kota Bandung khususnya serta di Indonesia bisa mendapatkan jaminan kesehatan agar kehidupan mereka juga menjadi lebih baik.

Seperti yang sudah diberitakan, dengan telah disahkan dan diundangkannya UU No. 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (UU BPJS), pada tanggal 25 November 2011, maka  PT Jamsostek (persero) ditranformasi menjadi BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.
Dengan beroperasinya BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan diharapkan cakupan semesta kepesertaan jaminan sosial dan pemberian manfaat yang lebih baik kepada peserta dan anggota keluarganya dapat diwujudkan dalam rangka memenuhi hak konstitusional penduduk atas jaminan sosial.

Dan UU BPJS menetukan bahwa BPJS Kesehatan berfungsi menyelenggarakan program jaminan kesehatan. Jaminan Kesehatan menurut UU SJSN diselenggarakan secara nasional berdasarkan prinsip asuransi sosial dan prinsip ekuitas, dengan tujuan menjamin agar peserta memperoleh manfaat pemeliharaan kesehatan dan perlindungan dalam memenuhi kebutuhan dasar kesehatan.

Terpisah,Vice Presiden PT Jamsostek Kanwil Jabar-Banten, Teguh Purwanto mengatakan, PT Jamsostek Kanwil Jabar-Banten juga harus mempersiapkan tranformasi PT Jamsostek menjadi BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Dan untuk memperluas cakupan layanan PT Jamsostek Kanwil Jabar-Banten menargetkan pembukaan lima kantor cabang baru.

"Adanya pembukaan  kantor cabang batru ini agar layanan Jamsostek bisa menjangkau masyarakat lebih luas, sampai ke pelosok daerah dan menjangkau masyarakat, siapa saja yang ingin menjadi peserta," katanya belum lama ini.

Ditambahkan,target kepesertaan perusahaan tahun ini di wilayah Jabar sebesar 3.667 dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 1.228.393. Hingga Juni 2013, total peserta perusahaan mencapai 28.456 dengan total pekerja 6,7 juta lebih. (*)


Anda sedang membaca artikel tentang

Guru Honorer Berharap Hidup Lebih Baik Dengan Program JKN

Dengan url

http://jabarsajalah.blogspot.com/2013/10/guru-honorer-berharap-hidup-lebih-baik.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

Guru Honorer Berharap Hidup Lebih Baik Dengan Program JKN

namun jangan lupa untuk meletakkan link

Guru Honorer Berharap Hidup Lebih Baik Dengan Program JKN

sebagai sumbernya

0 komentar:

Posting Komentar

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger