Gani Kurniawan
PENJUALAN KEDELAI MENURUN - Seorang pekerja memasukkan kacang kedelai ke dalam karung untuk ditimbang di salah satu toko kacang kedelai di Jalan Terusan Pasirkoja, Kota Bandung, Selasa (24/7). Penjulan kacang kedelai untuk bahan baku membuat tahu dan tempe selama sebulan terakhir di tempat ini turun hingga 30 persen. Hal tersebut dipicu naiknya harga kedelai asal Amerika tersebut menjadi Rp 7.600 - Rp 7.800 per kg dari harga sebelumnya Rp 6.500 per kg.
BANDUNG, TRIBUN - Melemahnya kurs rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat (AS) berdampak negatif pada perkembangan harga beragam komoditi. Saat ini, harga jual sejumlah komoditi bernuansa impor melejit. Satu di antaranya kedelai.
Ketua DPD Koperasi Perajin Tahu Tempe Indonesia (KOPTI), Asep Nurdin, membenarkan bahwa harga jual kedelai dalam beberapa hari terakhir naik drastis. "Pada level pengecer, kini, harga kedelai Rp 9.000 per kilogram. Sedangkan level importir Rp 8.850 per kilogram," ujarAsep, Sabtu (24/8).
Menurutnya, kondisi saat ini lebih parah daripada kenaikan beberapa waktu lalu. Saat itu, ucapnya, harga memang naik.
Akan tetapi, lanjutnya, pasokannya tergolong aman. "Yang terjadi sekarang, harga mahal, pasokan minim," sambungnya. (*)
Anda sedang membaca artikel tentang
Harga Kedelai Tembus Rp 9.000
Dengan url
http://jabarsajalah.blogspot.com/2013/08/harga-kedelai-tembus-rp-9000.html
Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya
Harga Kedelai Tembus Rp 9.000
namun jangan lupa untuk meletakkan link
sebagai sumbernya
0 komentar:
Posting Komentar