Penderitaan Anak-anak Seberangi Sungai Cibaluk Berakhir

Written By Unknown on Jumat, 07 November 2014 | 12.14

GARUT, TRIBUN - Penantian warga Desa Mekarwangi dan Sagara di Kecamatan Cibalong untuk bisa menyeberang Sungai Cibaluk menggunakan jembatan berakhir sudah. Jembatan rawayan yang putus akibat banjir bandang pada 23 Juli 2014 ini akhirnya rampung diperbaiki dan diresmikan Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar, Jumat (7/11).

Kepala Desa Mekarwangi, Asep Paslah, mengatakan jembatan tersebut rampung pada saat yang tepat, yakni saat arus Sungai Cibaluk menjadi deras pada awal musim hujan akhir tahun ini. Sebelumnya, warga harus turun langsung mengarungi sungai untuk menyeberang. Hal ini mengancam jiwa warga, terutama para siswa SD dan SMP yang akan pergi ke sekolah di seberang sungai.

"Jembatan ini rampung saat permukaan air sungai meningkat. Sungainya yang jadi keruh menandakan ada longsor di hulu dan airnya jadi deras. Warga desa sekitar pun akhirnya bisa menggunakannya untuk menyeberang. Jembatan ini sangat vital bagi transpotasi warga dua desa," kata Asep dalam kegiatan peremian jembatan tersebut.

Sejak jembatan ini putus, ratusan murid SDN Sagara II, MI Almanar, dan MTs Almanar, harus terjun langsung ke Sungai Cibaluk untuk menyeberang dari rumah ke sekolahnya. Satu-satunya jembatan gantung penghubung rumah mereka di Desa Mekarwangi dengan sekolahnya di Desa Sagara itu putus setelah diterjang banjir bandang.

Banjir bandang tersebut menyebabkan 25 hektare sawah dan 194 rumah di Desa Sagara dan Mekarwangi terendam. Banjir bandang ini menyebabkan satu-satunya jembatan penghubung kedua desa tersebut putus.

Sungai Cibaluk, katanya, kerap menimbulkan korban jiwa karena merupakan salah satu sungai berarus paling deras di kawasan selatan Garut. Karenanya, jika sungai tersebut sedang meluap dan mustahil diseberangi murid asal Desa Mekarwangi terpaksa belajar secara darurat di kampungnya.

Asep mengatakan akibat kejadian tersebut, transportasi antara Desa Sagara dan Mekarwangi terputus total. Sebagian besar warga Mekarwangi, katanya, bersekolah dan bermatapencaharian sebagai petani di Desa Sagara.

Selain itu, ratusan warga di Kampung Ciuda, Rancawareng, Pengkor, dan Sindangsari, dari Desa Sagara selalu menggunakan jembatan tersebut untuk kegiatan ekonomi, termasuk distribusi bahan pangan dari kawasan kota ataupun penyaluran hasil panen dari Desa Sagara.  (Sam)

Apakah warga memiliki alternatif jembatan lain selain jembatan yang melintasi Sungai Cibaluk di Desa Mekarwangi? Baca berita selengkapnya di edisi cetak  Tribun Jabar hari ini, Sabtu (8/11/2014). Follow akun twitter Tribun Jabar: tribunjabar dan facebook: baladtribun, untuk mendapatkan info terkini.


Anda sedang membaca artikel tentang

Penderitaan Anak-anak Seberangi Sungai Cibaluk Berakhir

Dengan url

http://jabarsajalah.blogspot.com/2014/11/penderitaan-anak-anak-seberangi-sungai.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

Penderitaan Anak-anak Seberangi Sungai Cibaluk Berakhir

namun jangan lupa untuk meletakkan link

Penderitaan Anak-anak Seberangi Sungai Cibaluk Berakhir

sebagai sumbernya

0 komentar:

Posting Komentar

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger