Kiamat

Written By Unknown on Rabu, 26 Desember 2012 | 12.14

Rabu, 26 Desember 2012 11:26 WIB

* Deni Ahmad Fajar, Wartawan Tribun

DALAM

acara Ngaruat Lemah Cai: Panggung Indung di Hotel Preanger, Jumat (21/12), Yudi Latif memberikan testimoni atas buku karyanya yang diluncurkan pada acara yang meriah. Pada malam Jumat malam itu, Yudi kembali menunjukkan diri sebagai doktor sekaligus aktor andal. Yudi yang semasa kuliah di Universitas Padjadjaran aktif di Gelanggang Seni Sastra Teater dan Film (GSSTF), lewat testimoninya, mampu memberi pencerahan sekaligus menghibur semua tamu yang hadir di Ramayana Room, Hotel Preanger.

Yudi membuka testimoninya dengan humor. Padahal apa yang disampaikan Yudi adalah sesuatu yang serius: tentang akhir dari dunia alias kiamat. Dengan humornya dan kemampuannya menguasai panggung, Yudi berbicara kiamat tanpa membuat takut semua tamu yang menyimak testimoninya, termasuk saya. Yudi berbicara dengan pendekatan ilmiah.

"Alhamdulillah kiamat seperti yang diramalkan Suku Maya tidak terjadi. Namun kita tidak sadar, di sekeliling kita sudah terjadi kiamat-kiamat yang lain," ujar Yudi.

Kiamat yang terjadi di sekeliling kita, ujar Yudi, salah satunya adalah mereka yang merasa mendapat mandat dari Allah untuk segala hal. Misalnya, seperti dicontohkan Yudi, banyak orang yang paling merasa benar dan merasa paling pas untuk menjadi pemimpin. Yudi juga menyebut mereka yang merasa sebagai tokoh paling benar dan paling bersih atau partai tertentu yang merasa paling besar dan bersih, sebagai wujud kiamat yang terjadi dalam kehidupan kita.

"Padahal Tuhan tidak partisan," ujar Yudi sekaligus mengutip judul buku tang ditulisnya yang diterbitkan oleh Syabasbook.

Bila meminjam definisi kiamat seperti yang disampaikan Yudi, boleh jadi pemimpin yang lebih berpihak kepada pengembang untuk terus membuka lahan sehingga menimbulkan bencana longsor dan banjir (yang merugikan banyak orang), adalah bentuk kiamat lain. Pejabat yang gemar menggondol uang negara, juga kiamat bagi masyarakat banyak. Pejabat yang gemar nikah siri, boleh jadi adalah kiamat bagi pihak tertentu.

Tren artis yang berlomba untuk jadi wakil rakyat atau ingin jadi wali kota, bupati, gubernur, hingga presiden, bila meminjam definisi Kang Yudi, mungkin juga sebagai bentuk kiamat yang terjadi tanpa disadari oleh kita semua.

Masih banyak tenaga kerja Indonesia di negeri orang, itu juga kiamat bagi bangsa dan negara kita. Kiamat itu juga adalah ketidakberdayaan Indonesia untuk lepas dari "kendali" Amerika Serikat.

Terpuruknya prestasi olahraga Indonesia di panggung internasional, itu juga kiamat. Persib Bandung yang belasan tahun selalu gagal menjadi yang terbaik di kompetisi tertinggi di tanah air, boleh jadi adalah kiamat bagi bobotoh dan warga Jawa Barat yang konon sebagai pendukung sejati tim Maung Bandung. Nah Lho!***


Anda sedang membaca artikel tentang

Kiamat

Dengan url

http://jabarsajalah.blogspot.com/2012/12/kiamat.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

Kiamat

namun jangan lupa untuk meletakkan link

Kiamat

sebagai sumbernya

0 komentar:

Posting Komentar

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger