Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Ini Proses Pengurusan STNK Baru Atau Hilang

Written By Unknown on Jumat, 31 Januari 2014 | 12.14

BANDUNG, TRIBUN - Pemohon pembuatan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) yang hilang harus melalui beberapa tahapan. Beberapa persyaratan yang harus disiapkan, antara lain KTP pemilik kendaraan berupa fotokopi dan aslinya, fotokopi STNK yang hilang, surat keterangan hilang STNK dari Polsek atau Polres setempat, lalu BPKB asli dan fotokopi.

Sedangkan, informasi resmi dari broadcast lewat blacberry milik traffic management center (TMC) Satlantas Polrestabes Bandung menyebutkan,
prosedur pengurusan STNK hilang adalah sebagai berikut:

1. Cek Fisik kendaraan. Fotokopi hasil cek fisiknya.
2. Mengisi Formulir Pendaftaran.
3. Mengurus Cek Blokir (Mengurus Surat Keterangan STNK Hilang dari Samsat), berisi keterangan keabsahan STNK terkait, misalnya tidak diblokir atau dalam pencarian. Lampirkan hasil cek fisik kendaraan.
4. Mengurus pembuatan STNK baru di loket BBN II. (Lampirkan semua persyaratan data dan Surat Keterangan Hilang dari Samsat).
5. Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor. (Bila telah dibayar maka bebas biaya pajak).
6. Membayar Biaya Pembuatan STNK baru.
7. Pengambilan STNK dan SKPD (Surat Ketetapan Pajak Daerah).
8. Selesai. (*)


12.14 | 1 komentar | Read More

Gita Wirjawan Mundur dari Menteri Perdagangan

JAKARTA, TRIBUN - Menteri Perdagangan Gita Wirjawan menyatakan mundur dari jabatannya, Jumat (31/1/2014).

"Saya akan mengundurkan diri dari posisi saya, efekfif 31 Januari 2014, dan ini tentu sudah saya sampaikan ke Pak Presiden," kata Gita di Senayan Golf, Jakarta, Jumat (31/1/2014).

Gita menuturkan keputusannya ini sudah diperkenankan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dua hari yang lalu. Alasan pengunduran Gita adalah keinginannya untuk fokus di politik.

Sebagaimana diketahui Gita sedang bertarung dalam konvensi Presiden dari Partai Demokrat. "Pertama kali minta mundur tahun lalu setelah saya diminta ikut konvensi. Saya bilang agar tidak ada benturan antara jabatan saya sebagai Menteri Perdagangan dan peserta konvensi," terang Gita.

Lebih lanjut, ia menuturkan, keputusan ini berdasarkan kesadaran etis bahwa jika partisipasinya di proses politik bersamaan dengan jabatannya sebagai Menteri Perdagangan, maka akan menimbulkan benturan kepentingan dan membuahkan persepsi publik yang tidak baik. (Estu Suryowati/kompas.com)


12.14 | 0 komentar | Read More

Semua Wilayah Jabar Pun Hujan Sedang

BANDUNG, TRIBUN - Semua wilayah di Jawa Barat pun, selain Kota Bandung sebagai ibukota provinsi bakal diguyur hujan sedang.

Wilayah-wilayah tersebut, antara lain Pelabuhan Ratu, Cianjur, Soreang, Garut, Singaparna, Indramayu, Karawang, Subang, Majalengka, Sumedang, Kuningan, Cibinong, Ciamis, Sumber, Purwakarta, Cikarang, Cimahi, Ngamprah, Bogor, Cisaat, Cirebon, Bekasi, Depok, Tasikmalaya, dan Banjar.

BMKG menginformasikan prakiraan cuaca ini melalui situs http://meteo.bmkg.go.id/prakiraan/propinsi/13. Kondisi serupa juga diprakirakan akan berlangsung hingga Sabtu (1/3/2014). (*)


12.14 | 0 komentar | Read More

KPK Akui Sulit Tangkap Buron di Cina

JAKARTA, TRIBUN - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Bambang Widjojanto mengungkapkan, bukan hal yang mudah untuk menangkap seorang buron di Cina. Penangkapan Anggoro Widjojo, katanya, memerlukan proses yang panjang, terutama dalam membangun jaringan kerja hingga ke negara lain.

"Diperlukan proses yang panjang, ketelitian bangun jaringan kerja. Untuk bisa masuk ke Cina, itu bukan sesuatu yang mudah," ujar Bambang di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Jumat (31/1/2014) dini hari.

Menurutnya, Anggoro berhasil ditangkap di China tak lepas dari faktor keberuntungan. Tahun ini, kata Bambang, Cina tengah menjadi chair (ketua) Anti-Corruption Working Group sehingga dia menduga China sedang menunjukkan perannya dalam proses pemberantasan korupsi.

"Saya menduga Cina pada tahun ini adalah chair Anti-Corruption Working Group, dan Cina bertekad menunjukkan mereka sedang melakukan proses pemberantasan korupsi," tutur Bambang.

Selain itu, lanjut Bambang, Imigrasi Indonesia sudah banyak membantu Imigrasi di China sehingga ketika Indonesia meminta bantuan, kerja sama dapat terjalin dengan cukup baik. Untuk menangkap Anggoro, Imigrasi Indonesia menyebar pemberitahuan bahwa yang bersangkutan adalah seorang buron di setiap pintu masuk wilayah Cina.

Anggoro, katanya, ditangkap tanpa melakukan perlawanan. Anggoro yang buron sejak 2009 itu ditangkap di Cina pada Rabu (29/1/2014) sore. Setelah tertangkap, pemilik PT Masaro Radiokom tersebut dipulangkan ke Indonesia dan tiba di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, sekitar pukul 22.40 WIB, Kamis.

KPK menetapkan Anggoro sebagai tersangka pada 19 Juni 2009. Ia diduga memberikan hadiah atau janji kepada pegawai negeri/penyelenggara negara berkaitan dengan pengajuan anggaran Sistem Komunikasi Radio Terpadu (SKRT) pada 2007. Terkait penyidikan kasus ini, KPK sudah dua kali memanggil Anggoro untuk diperiksa, tetapi yang bersangkutan mangkir. Kemudian, pada 17 Juli 2009, Anggoro masuk dalam daftar pencarian orang.

"Panggilan pertama 26 Juni 2009, kedua 29 Juni 2009, DPO tanggal 17 Juli 2009," kata Bambang.

Sejak saat itu pula, lanjutnya, KPK terus melakukan pelacakan jejak Anggoro. Kemudian, pada 26 Juli 2008, Anggoro diketahui bertolak ke Singapura. Dari sana, dia tercatat berpindah ke negara-negara lain. Hingga 27 Januari 2014, Anggoro terlacak bergerak dari Zhenzhen, Cina, ke Hongkong.

"Ketika dia kembali lagi ke Zhenzhen, ditangkaplah di Zhenzhen, kemudian dibawalah ke Guangzho," ucap Bambang.  (Icha Rastika)


12.14 | 0 komentar | Read More

Olahan Mie Lezat Nonramen

BANDUNG, TRIBUN - Olahan mi sedang menjadi primadona di Kota Bandung, khususnya ramen. Namun begitu, ada beberapa tempat yang menawarkan olahan mi nonramen yang ternyata tidak kalah lezat.

Seperti menu miedun di Cekeran Midun kawasan Jl Singaperbangsa. Sang pemilik, Rizky Pratama Putra, memilih mi tradisional untuk diolah dengan citarasa tradisional pula.

"Kita pakai mi telur untuk menu ini, dengan tambahan berbagai topping seperti baso, sosis, ceker, daging sapi dan lain-lain," ucapnya, Senin (27/1).

Mi beserta aneka topping tersebut disajikan bersama aneka kuah dengan tingkat kepedasan berbeda yang bisa dipilih sesuai selera. Menu ini ditawarkan di kisaran harga Rp. 13.000- 25.000 per porsinya. (dd)


12.14 | 0 komentar | Read More

Ini Lokasi Perayaan Tahun Baru Imlek di Bandung

BANDUNG, TRIBUN - Perayaan Tahun Baru Imlek 2565 Tahun 2014 bukan hanya dirayakan di 16 dari 23 vihara dan kelenteng yang ada di Bandung, setidaknya ada 4 lokasi yang merayakan pergantian tahun dengan menggelar berbagai acara.

Tercatat, Hotel Talagasari Permai Jing Paradise, Jalan Setiabudhi no 269 - 275, Bandung dan Gran Eastern yang berada di Komplek Grand Eastern di Jalan Pasirkaliki no 18, Bandung. Gala Dinner menjadi mata acara utama dari malam Imlek 2565.

Begitu pun halnya di lobi area Hyatt Hotel, Jalan Sumatera, Bandung akan digelar berbagai acara dalam rangka perayaan menyambut tahun baru Imlek. Di tiga lokasi tersebut di atas, acara dimulai pukul 18.00 - 23.00.

"Di dalam gedung Pasar Baru Trade Center, Jalan Otista, Bandung, di lokasi ini masyarakat menggelar atraksi Barongsai. Sama. Dalam rangka menyambut Imlek. Mulai jam 12 sampai jam 15. Kita sudah siagakan petugas didukung instansi samping seperti TNI, Sat Pol PP, Dishub, dan beberapa lainnya," ujar Kasubag Humas Polrestabes Bandung, Kompol Rosdiana di Mapolrestabes Bandung, Jumat (31/01/14). (dic)


12.14 | 0 komentar | Read More

Karyawan Merpati: Kami Betul-betul Dibikin Resah . . .

Written By Unknown on Rabu, 29 Januari 2014 | 12.14

JAKARTA, TRIBUN — Pegawai PT Merpati Nusantara Airlines rupanya tak hanya resah lantaran hak-hak normatif mereka sejak November 2013 tak kunjung dipenuhi manajemen. Ketua Forum Pegawai Merpati (FPM) Sudiyarto menyebut, kepastian dan arah korporasi ke depan juga membuat karyawan resah.

"Sebetulnya, kami, pegawai, betul-betul dibikin resah sama manajemen saat ini. Kenapa? Komunikasi antara manajemen dengan serikat sangat buruk dan tidak jelas arahnya," ungkapnya kepada wartawan ditemui di Senayan, Jakarta, Selasa (28/1/2014).

"Tidak bisa dicapai apa yang disampaikan. Hanya angan-angan sulit. Banyak dari karyawan Merpati yang menggantungkan nasibnya ke FPM. Makanya, kita terus berjuang," kata dia lagi.

FPM sedianya telah beraudiensi dengan sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI serta melayangkan surat perihal kondisi Merpati ke beberapa komisi. Di sisi lain, terkait rencana manajemen melepas Merpati Maintenance Facility (MMF) serta Merpati Training Center (MTC), Sudiyarto menilai itu adalah langkah yang tidak tepat.

"Ketika aset dijual, MMF dijual, ketika pesawat kita rusak dibenerin di bengkel kita sendiri itu gratis kan. Tapi, kalau benerin di bengkel orang lain kan harus bayar," terang Sudiyarto.

"Yang betul adalah pilih pemimpin yang bisa dipercaya banyak pihak sehingga tidak harus menggunakan uang negara," imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, MMF dan MTC dilepas sementara waktu ke PT Perusahaan Pengelolaan Aset (PPA). Menteri BUMN Dahlan Iskan menyatakan, uang dari itu bisa digunakan untuk membiayai operasional Merpati.

Saat dikonfirmasi soal tujuan tersebut, Sudiyarto sangsi. Ia meluruskan bahwa keduanya bukanlah anak usaha Merpati, tetapi hanya bagian atau divisi dari Merpati. Lebih lanjut, ia mengatakan, karyawan yang ada di bagian MMF sekira 380 orang, dan hanya belasan orang di MTC.

"Menurut saya, saya bilang itu (menjual MMF dan MTC) salah besar," kata pramugara Merpati itu.

Ia menambahkan, Merpati butuh pemimpin yang bisa memberikan solusi tanpa membebani keuangan negara. Saat ini, kata dia, 85 persen daerah wilayah Merpati tidak beroperasi lantaran tidak cukup dana untuk membayar bahan bakar.  (Estu Suryowati)


12.14 | 0 komentar | Read More

Banjir Ibu Kota dalam Jepretan Kamera

JAKARTA, TRIBUN — Hujan deras yang mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya mengakibatkan banjir di beberapa lokasi Ibu Kota, Rabu (29/1). Hal ini berdampak pada kemacetan karena jalan tertutup banjir.

Berikut beberapa titik banjir dan foto yang dirangkum dari akun Twitter @TMCPoldaMetro.

- 08.14 #Banjir 50-60 cm di dpn BCA Jl. Tendean, sementara tidak bisa dilintasi kendaraan bermotor. pic.twitter.com/Llx47aV8t0 @lianaagestina.


- 08.23 #Banjir 50-60 cm di dpn Kemchik Jl. Kemang Raya, sementara tidak bisa dilintasi ranmor. pic.twitter.com/YBVExjJDyd @deasychristie.

- RenzNaveed Rensa Napitupulu Depan Trisakti, Untar di Grogol 20-30 cm #Jakarta c.c : @TMCPoldaMetro pic.twitter.com/foukD2uiOl.

- 08.18 #Banjir Depan Balai Kartini, pengguna jalan agar hati2 pic.twitter.com/xmVVXcVNqJ foto @YudiTasril.

08.48 #banjir di TL Green garden, pengguna jalan agar waspada pic.twitter.com/AgrlmgMkaB foto @budi_30A.

(kompas.com)


12.14 | 0 komentar | Read More

Kelenteng Sempat akan Ditutup pada Zaman Orba

Oleh TEUKU MUH GUCI S

KELENTENG merupakan tempat ibadah penganut kepercayaan tradisional Cina di Indonesia. Namun, selain menjadi tempat ibadah, kelenteng merupakan fakta sejarah datangnya warga keturunan Tionghoa ke Indonesia. Di mana ada kelenteng, di sekitar bangunan tersebut diyakini banyak warga keturunan Tionghoa menetap.

Di Kabupaten Cianjur, tepatnya di Jalan Mangunsarkoro No 60-62, berdiri sebuah kelenteng bernama Hok Tek Bio Cianjur. Konon kelenteng tersebut merupakan salah satu tempat ibadah penganut kepercayaan tradisional Tionghoa tertua di Kabupaten Cianjur.

Buktinya, bangunan-bangunan dengan arsitektur khas Cina banyak ditemukan di sepanjang Jalan HOS Cokroaminoto, Jalan Siti jenab, Jalan Suroso, Jalan Barisan Banteng, Jalan Taifur Yusuf, Jalan Sinar, Jalan Mangunsarkoro, dan beberapa ruas jalan lainnya di Cianjur kota.

"Kelenteng itu napasnya warga keturunan Tionghoa. Di mana ada kelenteng di situ pasti pernah terbentuk komunitas warga keturunan Tionghoa pada masa lampau," kata pengurus kelenteng Hok Tek Bio Cianjur, Hendra Kurniawan (21), ketika ditemui Tribun di kelenteng, Minggu (26/1).

Selain itu, kata Hendra, warga keturunan Tionghoa memiliki filosofi yang disebut Luo Ye Kuei Ken. Artinya, daun yang jatuh itu tidak jauh dari akarnya. Itu sebabnya, meski warga keturunan Cina bermigrasi, baik ke Indonesia maupun ke negara lain, mereka tak akan meninggalkan tradisi bangsanya.

"Tidak hanya di Indonesia yang ada kelenteng. Di Singapura, Malaysia, bahkan Amerika juga ada kelenteng. Sebab, warga keturunan Tionghoa menyebar ke hampir seluruh dunia," ujar Hendra.

Meski tidak ada catatan yang pasti, kelenteng Hok Tek Bio Cianjur diyakini dibangun pada abad ke-19. Keyakinan itu didasarkan pada cerita secara turun-temurun warga keturunan Tionghoa yang mulai berdatangan di Kabupaten Cianjur pada awal 1800.

"Pada awal 1800, penjajah Belanda memerintah seorang keturunan Tionghoa dari Bogor untuk membantu warga Tionghoa di Cianjur, terutama dalam hal peribadatan. Waktu itu keturunan Tionghoa dari Bogor ini membawa patung dewa dari kelenteng di Bogor," ujar Hendra.

Berhubung belum memiliki kelenteng, kata Hendra, warga keturunan Tionghoa pun melakukan tradisi organisasi locu. Locu adalah kepala peribadatan yang memimpin sembahyang di kediamannya selama setahun. Hal itu pun dilakukan bergantian dan berpindah-pindah sampai ada warga keturunan Tionghoa menghibahkan tanahnya untuk didirikan kelenteng.

"Suatu ketika warga keturunan Tionghoa bernama Li Pau Sun menyumbangkan dua rumah di Jalan Mangunsarkoro 60-62 pada 1800 akhir. Seiring dengan berjalannya waktu, kelenteng ini dibangun kembali (diperbesar, Red) pada 1960," ujar Hendra.

Meski dibangun kembali pada 1960, kata Hendra, sejumlah ciri asli pada bangunan lama tetap dipertahankan. Di antaranya beton sambungan yang menjadi fondasi dan penahan atap kelenteng. Selain itu, delapan pilar tertanam dengan kokoh di dalam kelenteng.

"Yang berubah itu di antaranya altar. Dulu pakai kayu sekarang sudah disemen. Dan ada tambahan lantai sehingga semakin luas tempat ibadahnya," ujar Hendra.

Namun kelenteng tersebut sempat akan ditutup oleh pemerintah di era Orde Baru pada 1980. Kelenteng itu pun akan dijadikan cagar budaya. Apalagi di era Orba melarang segala sesuatu yang berkaitan dengan Cina. Namun entah kenapa kelenteng itu masih tetap beroperasi seperti pada  umumnya.

"Hal ini pasti dialami semua kelenteng di Indonesia. Tapi kelenteng ini selamat berkat ada yang menyumbang patung Buddha dan akhirnya menjadi vihara dan sejak saat itu kelenteng ini selamat. Dan ketika merayakan Imlek, terpaksa dilakukan di dalam kelenteng," ujar Hendra.

Kini warga keturunan Tionghoa pun bisa merayakan Imlek dengan tenang dan nyaman. Perayaan Imlek ini pun ditetapkan sebagai hari libur nasional. Di kelenteng Hok Tek Bio pun sudah dilakukan berbagai persiapan menjelang perayaan Imlek yang digelar Jumat (31/1).

"Beberapa tahapan perayaan Imlek sudah dilakukan. Di antaranya mengganti jubah patung dewa, memasang lampion, memasang angpau yang digantung, dan memasang delapan lilin," ujar Hendra.

Di Kabupaten Cianjur, kata Hendra, tidak ada perayaan Imlek yang berbeda dari tradisi pada umumnya. Dari awal hingga perayaan Cap Go Meh nanti, warga keturunan Tionghoa di Kabupaten Cianjur melakukan tradisi rutin.

"Pertama, kami sembahyang mengantar dewa ke langit pada 23-12 penanggalan Imlek. Kedua, kami sembahyang dan pembersihan altar dan memandikan patung serta mengganti jubahnya. Dan nanti ketika malam tahun baru Imlek, kami akan sembahyang bersama untuk memohon tahun yang akan datang lebih baik lagi. Puncak perayaan imlek ketika perayaan Cap Go Meh nanti yang dilakukan sembahyang besar sebagai penutupan perayaan Imlek," kata Hendra. (bagian 2)


12.14 | 0 komentar | Read More

Pajak Bumi Bangunan Gedebage Paling Tinggi

BANDUNG, TRIBUN - Kepala Dinas Pelayanan Pajak (Disyanjak) Kota Bandung Dandan Riza Wardhana mengatakan, kenaikan PBB Kota Bandung tahun 2014 karena sudah 3 tahun tidak ada kenaikan.

Ia mengatakan, daerah yang kemungkinan PBB- nya mengalami kenaikan yang cukup signifikan mencapai 95 persen  adalah wilayah timur, seperti Gedebage karena sekarang ini daerah timur tersebut sudah banyak lahannya yang berubah fungsi dari yang tadinya sawah menjadi perumahan.

Dandan mengatakan, besaran kenaikan di Kota Bandung masih wajar dibandingkan DKI Jakarta yang kenaikannya sampai 120-240 persen.

Sementara, untuk kawasan ekonomi, seperti di kawasan Dago, tidak mengalami banyak kenaikan.

"Kami juga tidak ingin, sektor pajak malah akan menghambat ekonomi," ujarnya, Selasa (28/1).

Sedangkan untuk kawasan Bandung utara (KBU), merupakan kawasan yang kenaikan pajaknya tidak terlalu tinggi, walaupun kini banyak berdiri bangunan. Karena dalam hal ini, pajak tidak berfungsi sebagai pengendalian. (*)


12.14 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger