Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Jumlah Titik Banjir di Era Jokowi Menurun

Written By Unknown on Selasa, 14 Januari 2014 | 12.14

JAKARTA, TRIBUN - Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi DKI Jakarta (BPBD DKI), Danang Susanto mengatakan, titik banjir di era kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menurun.

"Titik banjir menurun, saat ini ada 35 titik banjir di Jakarta," ujar Danang di Jakarta, Senin (13/1/2014).

Menurut Danang, menurunnya titik banjir di Jakarta lantaran proses normalisasi sungai dan waduk sudah berjalan meski belum maksimal.

Sebelum kepemimpinan Joko Widodo, titik banjir di Jakarta sebanyak 75 titik banjir. Kemudian memasuki era kepemimpinan Fauzi Bowo atau Foke, titik banjir berkurang menjadi 62 titik.

"Berkurangnya titik banjir tersebut karena adanya Kanal Banjir Barat dan Kanal Banjir Timur yang mampu menampung debit air yang besar," kata Danang.

Namun, menurut data dari Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya, ada 26 titik banjir di Jakarta pada tanggal 12 Januari 2014 kemarin, sehingga menyebabkan kemacetan parah di beberapa titik jalan. (*)

Laporan: Nicolas Timothy


12.14 | 0 komentar | Read More

Warga Diimbau Terus Siaga Banjir

JAKARTA, TRIBUN - Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi DKI Jakarta (BPBD DKI), Danang Susanto mengungkapkan, 40 persen wilayah Ibukota terletak di bawah permukaan laut.

"Memang sekitar 40 persen wilayah Jakarta itu cekungan, atau di bawah permukaan laut," ujar Danang di Jakarta, Senin (13/1/2014).

Selain itu, Jakarta juga dilalui 13 sungai besar di antaranya sungai atau kali Angke, kali Pesanggrahan, kali Krukut, kali Cipinang dan kali Ciliwung yang kerap membawa debit air cukup besar dari hulu.

Tidak hanya itu, Danang mengungkapkan cuaca juga yang menjadi salah satu faktor penyebab bencana banjir kerap melanda Jakarta. Dengan demikian, warga Jakarta diminta untuk selalu siaga menghadapi banjir.

"Jadi warga memang harus terbiasa dengan banjir. Harus bisa berharmonisasi dengan banjir," tutur Danang. (*)

Laporan: Nicolas Timothy


12.14 | 0 komentar | Read More

Djibril Tak Terbebani Kebesaran Nama Sergio

BANDUNG, TRIBUN - Serginho van Dijk resmi keluar dari skuad Maung Bandung setelah mengoleksi 11 gol di musim lalu. Penggantinya, Coulibaly Djibril yang musim lalu membela Barito Putera dan menyumbang 12 gol.

Bergabung dengan skuad Persib Bandung, Djibril harus membuktikan dirinya lebih hebat dari Sergio. Meski begitu, ia mengaku tidak menjadikannya beban.

"Sergio pemain bagus. Saya tidak terbebani jika harus bermain lebih dari dia. Saya akan buktikan nanti di lapangan," ujarnya.

Selain itu, Djibril menegaskan dia tampil terbaik selama di Barito Putera musim lalu dengan koleksi 12 golnya. Sehingga, modal itu, akan dijadikan motivasi saat melawan Persib.

"Ketika saya di Barito, saya menyumbang 12 gol. Saya juga akan mengulang itu di Persib. Meski begitu, Sergio pemain bagus, semua orang akan merindukannya," ujar Djibril. (men)


12.14 | 0 komentar | Read More

Ini Aneka Kesegaran Es Khas Nusantara

INDONESIA terkenal dengan kekayaan kulinernya. Tak hanya masakan, kekayaan kuliner Nusantara juga mencakup aneka jenis minuman yang segar, termasuk aneka sajian es.

Bagi masyarakat Indonesia menikmati sajian es seringkali dilakukan dalam berbagai suasana. Sajian es tersebut umumnya menjadi hidangan penutup setelah selesai makan ataupun menjadi camilan dikala lapar.

Beberapa jenis sajian es nusantara yang cukup dikenal diantaranya adalah es pisang ijo, es campur, es cincau, es kacang merah dan lainnya. Saking populernya, sajian es tersebut mudah ditemui dimana saja, mulai dari pedagang kaki lima, kafe hingga hotel.

Di Bandung, beberapa kafe dan restoran juga memasukan aneka sajian es dalam daftar menunya. Seperti di Cafe Warisan  Jalan RE Martadinata yang menawarkan beberapa sajian es seperti es campur dan es cincau hijau.

Assisten Chef Cafe Warisan, Yogi Dwi, memberikan beberapa modifikasi untuk membedakan sajian es tersebut berbeda dari es lainnya. Seperti dalam es campur, chef Yogi memcampurkan pacar cina, alpukat, kelapa muda, nangk,a dan selasih.

"Yang membedakan dalam es campur ini karena ada aroma vanilanya. Selain itu kita tambahkan juga sari pandan agar aromanya beda," ujarnya kepada Tribun, Desember lalu.

Selain es campur, Cafe Warisan juga memiliki menu es lain yaitu es cincau hijau. Lagi-lagi, chef Yogi memberi pembeda dari segi aromanya. "Meski namanya es cincau hijau tapi ada aroma pisangnya," katanya.

Berbagai es di Cafe Warisan ini ditawarkan dengan harga Rp 19.000.

Selain Cafe Warisan, Indischetafel di Jalan Sumatra juga memiliki sajian es yang menggoda selera. Namanya es serut katdjang merah.

Sesuai namanya, menu ini menawarkan kacang merah yang dicampur dengan berbagai bahan lainnya. Kacang merah tersebut direndam terlebih dahulu dan direbus selama dua jam agar empuk. "Lalu kacang merah kita campur dengan sekoteng, nata de coco, dan sirup granadin dan campolay atau posang susu," kata chef Erhan Eriawan.

Semua bahan dicampur kemudian diberi susu murni dan susu cair agar semakin lezat. Harganya terjangkau, hanya Rp. 20.000.

Menu es lain juga dapat ditemukan di Warung Talaga. Di sini dapat ditemukan es ketan hitam yang dipadukan dengan sirup pandan atau es sukacau yang memadukan susu kacang, kedelai, dan cincau. Menu es tersebut ditawarkan di kisaran harga di bawah Rp 20.000.

Nasi Uduk Jakarta di Jalan Nanas juga memiliki es spesial bernama es ondel-ondel. Es khas Betawi yang ditawarkan di kisaran harga Rp 15.000 ini merupakan perpaduan leci, sari kelapa, markisa dan sirup melon.  (*)

Es Khas Nusantara di Bandung
1. Cafe Warisan: Jl RE Martadinata 112
2. Indischetafel: Jl Sumatra 19
3. Warung Talaga: Cihampelas Walk, Jl Cihampelas
4. Nasi Uduk Jakarta: Jl Nanas 13


12.14 | 0 komentar | Read More

Rian D'Masiv Sempat Sakit

JAKARTA, TRIBUN - Rian D'Masiv ternyata sempat jatuh sakit. Belakangan ini, bapak satu anak itu, juga begadang untuk menyelesaikan materi album barunya, yang dijadwalkan rilis dalam waktu dekat ini.

Waktunya banyak dihabiskan di dapur rekaman. Ia harus kejar waktu karena akan membawa materi album itu ke Eropa, untuk diproduksi dalam bentuk piringan hitam.

"Kemarin kan kegiatan lagi banyak banget nih. Alhamdulillah, kondisinya sempat batuk dan pilek. Apalagi kan kalau rekaman juga kadang-kadang pulangnya pagi," ucapnya, Selasa, (14/1/2014), saat ditemui di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Kebetulan, cuaca di Jakarta sedang tidak bersahabat karena sulit diprediksi: kadang panas. Tidak jarang juga turun hujan sehingga membuat udara terasa dingin dan lembab. Cuaca mempengaruhi kondisi badannya.

"Jadi, kondisi badan lagi enggak bagus. Kadang kan cuaca juga panas, terus tiba-tiba hujan. Itu juga yang bikin kondisi badan nge-drop. Cuma sekarang sudah mendingan sih," ucapnya. (*)

Laporan: Willem Jonata


12.14 | 0 komentar | Read More

Aktivitas Rian D'Masiv Pernah Terganggu Banjir

JAKARTA, TRIBUN - Banjir kembali melanda Jakarta. Rian "D'Masiv" terkena imbasnya. Aktivitasnya bersama temannya jadi terganggu. Jalanan tergenang banjir. Kemudian disertai kemacetan yang bikin pusing kepala.

Kepusingannya bertambah ketika menghadiri acara-acara on air di stasiun televisi yang menuntut mereka datang tepat waktu. Pernah, ia sampai menggunakan roda dua supaya tiba tepat waktu. Meski harus menerobos banjir.

"Karena banjir ya mau bagaimana lagi. Akhirnya, kami pernah naik motor, dan lewati banjir juga," ucapnya, saat ditemui di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa (14/1/2014).

Menurutnya, banjir merupakan hal biasa di Jakarta. Setiap tahunnya ada beberapa wilayah di Ibukota itu, tergenang banjir. Dari dulu sampai sekarang belum juga teratasi.

"Sebenarnya, banjir sudah jadi biasa. Tapi, enggak perlu saling menyalahkan. Introspeksi diri kita sendiri juga," lanjutnya.

Ia percaya penyelesaian masalah banjir bukan hanya dibebankan kepada pemerintah. Masyarakat juga harus berpartisipasi dalam upaya tersebut. Misalnya, jangan buang sampah sembarang di sungai dan membersihkan selokan. (*)

Laporan: Willem Jonata


12.14 | 0 komentar | Read More

Polda Siap Lakukan Operasi Skala Besar

Written By Unknown on Senin, 13 Januari 2014 | 12.14

GARUT, TRIBUN - Kapolda Jabar, Irjen Pol Mochamad Iriawan, mengatakan akan melakukan operasi skala besar untuk mengantisipasi berbagai aksi kejahatan yang kerap disertai dengan aksi kekerasan terhadap korbannya.

"Kami akan menekan angka kejahatan tersebut dengan melakukan tindak preventif maupun represif. Berbagai operasi skala besar akan dilakukan," kata Kapolda saat ditemui di sela kunjungannya di Mapolres Garut, Senin (13/1).

Pada akhir sampai awal tahun ini, katanya, terjadi sejumlah kejahatan dengan kekerasan, di anataranya di Kabupaten Bandung, Garut, dan Bogor. Selain menyerang warga, kejahatan ini pun dilakukan terhadap anggota polisi.

Kapolda mengatakan anggota polisi harus menindak tegas para tersangka pelaku kejahatan dengan kekerasan. Kini, katanya, beberapa pelaku kejahatan memilih menggunakan senjata untuk mengancam, bahkan melukai korbannya.

"Tidak ada keterkaitan antara beberapa kasus penembakan di Jabar. Kami akan berusaha maksimal untuk mengungkap pelaku penembakan," katanya. (*)


12.14 | 0 komentar | Read More

Jadwal Padat Bukan Kendala Bagi Vujovic

BANDUNG, TRIBUN - Para peserta Inter Island Cup (IIC) 2014 yang menjalani fase grup harus melakoni jadwal yang padat. Hal ini juga dialami oleh Persib Bandung yang menjadi tuan rumah Grup 1 Zona Jawa.

Dalam waktu empat hari, Maung Bandung bakal bertanding sebanyak tiga kali. Setelah melawan Persita Tangerang sore nati, besok malam Persib akan berhadapan dengan Persijap Jepara. Kemudian tanggal 16 Januari, Persib bakal bertanding melawan Pelita Bandung Raya (PBR).

Bek tengah Persib Vladimir Vujovic mengatakan dirinya tak akan mengalami masalah dengan jadwal pertandingan yang padat. "Tidak akan sulit. Karena kami bermain di kandang," tutur pemain asal Montenegro ini kepada Tribun.

Ini berbeda jika Maung Bandung harus menjalani pertandingan di luar kandang. "Mungkin jika kami harus bermain di stadion lain di kota lain (akan melelahkan)," kata Vujovic. (*)


12.14 | 0 komentar | Read More

Bisnis Transportasi di Garut Menggeliat

GARUT, TRIBUN - Kepala UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor pada Dinas Perhubungan Kabupaten Garut, Asep Ertanto, mengatakan pencapaian pendapatan asli daerah (PAD) dari Pengujian Kendaraan Bermotor mengindikasikan kemajuan bisnis transportasi di Kabupaten Garut.

Selain itu, menurut Asep, hal ini tidak lepas dari beberapa hal yang dilakukan oleh UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor, seperti gencar melakukan sosialisasi kepada pemilik kendaraan angkutan untuk menguji kendaraannya.

"Masyarakat mulai sadar dengan pentingnya menguji kondisi kendaraan demi keselamatan. Apalagi ini angkutan barang dan penumpang. Hal ini juga mengindikasikan kemajuan bisnis transportasi," kata Asep di Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Garut (13/1).

Untuk tahun 2013, menurut Asep, terdapat 14.151 kendaraan yang tercatat melakukan uji kelayakan kendaraan. Di antaranya jenis kendaraan pengangkut barang, bus, penumpang, dan kendaraan gandengan. (*)


12.14 | 0 komentar | Read More

Berlaga di Depan Bobotoh Berikan Keuntungan

Berlaga di Depan Bobotoh Berikan Keuntungan

TRIBUN JABAR/DENI DENASWARA

Vladimir Vujovic, Bek Persib

BANDUNG, TRIBUN - Bek tengah Persib Bandung Vladimir Vujovic mengatakan meski harus melakoni jadwal yang padat tak akan menjadi masalah baginya.

Pemain bernomor punggung tiga ini menuturkan, bertindak sebagai tuan rumah, memberikan keuntungan. Karena perjuangan Maung Bandung akan mendapat dukungan langsung dari bobotoh.

"Kami bermain di depan suporter. Mereka akan terus memberikan dukungan dan memberikan semangat kepada kami," ucap mantan pemain OFK Petrovac ini kepada Tribun.

Dengan dukungan dari bobotoh, pemain akan semakin termotivasi. Semangat pemain di lapangan pun akan bertambah. Para pemain akan berusaha hasil yang bagus untuk bobotoh. (*)


12.14 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger