Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Mobil Avanza Terbang di KM 4,6 Tol Pasteur - Baros, Satu Orang Tewas

Written By Unknown on Senin, 16 Februari 2015 | 12.14

Laporan Yudha Maulana

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID -- Kecelakaan maut terjadi antara mobil dan bus pariwisata yang menewaskan satu orang pengemudi mobil Avanza hitam berplat D 1535 UFU di Tol Pasteur-Baros KM 4,6 pada Senin (16/02/2015) sekitar pukul 08.00.

Menurut keterangan petugas, kecelakaan yang terjadi diakibatkan oleh meluncurnya mobil Avanza hitam berkecepatan tinggi yang terbang meloncati pemisah badan jalan (median) jalur Tol Jakarta ke jalur Tol Pasteur, kemudian dari arah yang berlawanan datang sebuah bus pariwisata yang juga berkecepatan tinggi sehingga tabrakan antar muka kendaraan tidak dapat dihindari.

Supir bus, Noor mengaku tak bisa menghindari mobil Avanza yang seketika menghadangnya di jalur kanan menuju gerbang Pasteur. Bus yang bermuatan 50 orang pelajar MTs. dari Jepara tersebut direncanakan akan membawa penumpangnya ke Museum Geologi dan Trans Studio Mall. Beruntung tidak ada korban dalam bus tersebut.

Menurut informasi yang Tribun himpun dari saksi di lokasi kejadian, diduga ban mobil yang sedang melaju kencang tersebut pecah hingga kemudian oleng dan menabrak median jalan, karena kecepatan tinggi mobil Avanza tersebut terlontar ke badan jalan tol Pasteur dari tol Baros hingga kemudian tertabrak oleh bus dari arah yang berlawanan.

Bagian muka mobil Avanza hitam dan bus hijau berlabel Super Furnindo tersebut rusak parah karena setelah terjadi tabrakan mobil Avanza hitam tersebut sempat terseret 10 meter sampai akhirnya berhenti di bawah jembatan Baros. Supir Avanza tewas seketika di lokasi kejadian.

Setelah diidentifikasi di RSHS Kota Bandung diketahui korban bernama Muhammad Zufri Ramsyi,S.T (22) warga Kadipolo Ds. Sendang Tirta Kabupaten Sleman Yogyakarta, sampai saat ini belum ada keluarga korban yang datang ke RSHS .(cr4)

//
12.14 | 0 komentar | Read More

Tim Hukum Unpad Tangani Segala Urusan Peraturan di Bandung

DOKUMENTASI TRIBUN JABAR

Illustrasi peraturan di Kota Bandung. Dua orang pejalan kaki mengamati baliho bertuliskan himbauan dilarang membeli dari pedagang kaki lima (PKL) yang berada di zona merah yang dipasang oleh Pemerintah Kota Bandung di Jalan Dalem Kaum, Kota Bandung, Senin (27/1). Pemkot Bandung akan memberikan denda Rp 1 juta bagi mereka yang membeli barang dari PKL yang mangkal di zona larangan berjualan di Jalan Kepatihan, Jalan Otto Iskandardinata, Jalan Dalem Kaum, Jalan Dewi Sartika, Jalan Merdeka dan kawasan Mesjid Raya Bandung (mesjid Agung), yang diberlakukan mulai 1 Februari 2014. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Tiah SM

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID -- Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menandatangani kerjasama dengan tim hukum Unpad untuk menangani masalah segala Peraturan di Kota Bandung .

"Saya berharap adanya tim ahli hukum yang terdiri dari pakar hukum kelas internasional dan nasional mampu membantu menegakan peraturan daerah (Perda)," ujar Emil di Balai Kota, Senin(16/2/2015).

Menurur Emil tim ahli hukum juga akan mengkaji dan jika perlu merevisi Perda yang sudah ada jika ada aspirasi dari masyarakat yang menilai Perda harus ada perbaikan.

Penandatanganan kerjasama dihadiri Wakil Wali Kota Bandung Oded M Danial, pakar hukum Profesor dr Bagir Manan dan prof Dr Romli Atma Sasmita. (tsm)


12.14 | 0 komentar | Read More

Majelis Hakim Tolak Eksepsi Mantan Bupati Indramayu Yance

TRIBUN JABAR / ICHSAN

Terdakwa kasus dugaan korupsi pembebasan lahan untuk pembangunan PLTU Sumuradem, Indramayu, Irianto MS Syafiuddin alias Yance, tengah mendengarkan pembacaan putusan sela oleh majelis hakim pada persidangan di Pengadilan Tipikor Bandung, Senin (16/2/2015). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ichsan

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Majelis hakim Pengadilan Tipikor Bandung menolak nota keberatan atau eksepsi dari tim kuasa hukum terdakwa Irianto MS Syafiuddin alias Yance. Dengan ditolaknya eksepsi Yance, maka majelis hakim memutuskan agar sidang kasus dugaan korupsi dana pembebasan lahan untuk pembangunan PLTU Sumuradem, Indramayu, itu untuk dilanjutkan.

"Memerintahkan jaksa penuntut umum untuk melanjutkan perkara dengan menghadirkan saksi-saksi dan barang bukti," kata ketua majelis hakim, Marudut Bakkara SH, saat membacakan putusan sela di Pengadilan Tipikor Bandung, Senin (16/2).

Selain itu, majelis hakim juga menyatakan bahwa Pengadilan Tipikor Bandung berwenang untuk menyidangkan kasus yang menjerat Yance. Majelis hakim juga menyatakan bahwa surat dakwaan jaksa penuntut umum sah secara formil maupun materil. Dan terakhir menangguhkan biaya perkara sampai ada putusan akhir kasus ini. (san)

//

12.14 | 0 komentar | Read More

Siswa SMP di Cianjur Terjatuh Dari Jembatan Gantung, Tewas

Siswa SMP di Cianjur Terjatuh Dari Jembatan Gantung, Tewas

istimewa

Jembatan gantung rawayan di RT 4/4 Kampung Cihaur, Desa Cihaur, Kecamatan Cibeber, Senin (16/2/2015). Siti Maesaroh (16), seorang siswa SMP PGRI Cibeber, terjatuh dari jembatan ketika akan berangkat sekolah.

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Teuku M Guci Syaifudin

CIANJUR, TRIBUNJABAR.CO.ID - Nahas menimpa Siti Maesaroh (16), seorang siswa SMP PGRI Cibeber, Senin (16/2/2015). Warga RT 3/4 Kampung Cihaur, Desa Cihaur, Kecamatan Cibeber, itu tewas ketika akan berangkat sekolah.

Kapolsek Cibeber, Kompol Pardiyanto, mengatakan, Siti terjatuh ketika melintas jembatan gantung rawayan di RT 4/4 Kampung Cihaur sekitar pukul 06.30. Siti pun tenggelam dan hanyut terbawa arus Sungai Cikondang.

"Hanyut sampai 400 meter. Waktu itu arus sungai begitu deras dengan kedalaman sekitar dua meter," ujar Pardiyanyo kepada Tribun melalui pesan Blackberry, Senin (16/2/2015). (cis)

Kepada siapa keluarga Siti meminta pertanggungjawaban atas musibah ini, bisa dibaca di edisi cetak Tribun Jabar, Selasa (17/2/2015). Ikuti berita-berita menarik lainnya melalui akun twitter: tribunjabar dan fan page facebook: tribunjabaronline.

//


12.14 | 0 komentar | Read More

Selain Berorasi, Ini Yang Dilakukan Para Pendukung Yance di Depan PN

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ichsan

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Sejumlah pendukung Irianto MS Syafiuddin, terdakwa kasus dugaan korupsi pembebasan lahan untuk pembangunan PLTU Sumuradem, Indramayu, menggelar aksi unjukrasa di depan Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Senin (16/2). Mereka menuntut agar mantan Bupati Indramayu itu dibebaskan dari hukuman.

Para pendukung Ketua DPD I Partai Golkar Jabar itu silih berganti berorasi mengecam penetapan Yance sebagai tersangka kasus yang diduga merugikan negara hingga Rp 4 miliar tersebut. Mereka sebagian besar datang langsung dari Indramayu.

Selain berorasi, para pendukung Yance ini juga menggelar istigasah di badan Jalan RE Martadinata atau Jalan Riau, Kota Bandung. Tak pelak adanya aksi ini membuat aparat kepolisian terpaksa harus menutup ruas Jalan Riau, mulai dari perempatan Jalan Riau-Jalan Cihapit hingga Jalan Riau-Jalan Citarum. (san)

//
12.14 | 0 komentar | Read More

Warga Penasaran, Abadikan Keindahan Bunga Bangkai di Tahura

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Dony Indra Ramadan

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Meski Bunga Bangkai Raksasa yang berada di Taman Hutan Raya (Tahura) Ir. H Juanda belum terlihat mekar secara sempurna, namun bunga tersebut menjadi magnet bagi pengunjung.

Para pengunjung Tahura Ir. H Juanda yang datang memang sengaja untuk melihat Bunga Bangkai Raksasa asal Bengkulu itu merekah. Para pengunjung pun mendekat ke lokai Bunga Bangkai Raksasa yang dipagari oleh besi.

"Sengaja kesini, kemarin-kemarin memang belum terlihat mekar, tapi pas semalam saya lihat di Facebook dan Twitter sudah mulai merekah, jadi penasaran kesini," ujar salah seorang pengunjung, Reni Suhardi (40) kepada Tribun saat ditemui di Tahura, Senin (16/2/2015).

Reni yang berasal dari ITB ini langsung mengeluarkan gadgetnya untuk mengabadikan Bunga Bangkai jenis Amorphophallus Titanium ini. Beberapa angle dibidik olehnya.

"Bunga ini langka, harus nunggu beberapa tahun untuk mekar," katanya.

Sama halnya dengan Reni, Seno (30) pun penasaran dengan Bunga Bangkai Raksasa tersebut. Ia yang datang bersama Reni pun mengamati secara detail Bunga Bangkai Raksasa yang saat ini ketinggiannya mencapai 2,3 meter.

"Ingin membuktikan saja apa yang saya lihat di Twitter dan ternyata memang benar sudah merekah sedikit," katanya. (dra)

//
12.14 | 0 komentar | Read More

Perempuan-perempuan ini menyuarakan anti korupsi di Alun-alun Bandung

Written By Unknown on Minggu, 15 Februari 2015 | 12.14

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Dony Indra Ramadan

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Sejumlah aktivis perempuan menggelar aksi damai di Alun-alun Kota Bandung, Minggu (15/2/2015). Para perempuan ini dengan lantang menyuarakan anti korupsi.

Mereka membawa spanduk berisikan kata-kata yang mengecam praktek korupsi di Indonesia. Aksi damai dari kumpulan perempuan dan komunitas Bandung Independent Livig Center (Bilic) ini pun mendapat perhatian dari pengunjung lainnya.

"Indonesia bebas korupsi, Bandung bebas korupsi," teriak ibu-ibu yang mengikuti aksi damai tersebut.

Tokoh perempuan dari Program Monitoring and Evaluatiin Manager Indonesia Corruption Watch (ICW) Sely Martini mengatakan, aksi ini merupakan salah satu bentuk ajakan kepada warga terlebih warga Kota Bandung untuk sama-sama mendukung pemberantasan praktek korupsi di Indonesia.

"Kami menunjukan keprihatinan kita terhadap korupsi di Indonesia yang sudab menjamah keluarga kita, saatnya kita turun tangan untuk menyuarakan korupsi yang harus diberantas," ujar Sely disela-sela aksi. (dra)


12.14 | 0 komentar | Read More

Begini Penjelasan Dokter Jaga RSUD Cianjur Perihal Keracunan Massal

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Teuku M Guci Syaifudin

CIANJUR, TRIBUNJABAR.CO.ID - Sebanyak warga 24 anak-anak dan 76 warga dewasa dirawat di ruang Intalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cianjur sejak Sabtu (14/2/2015) sampai Minggu (15/2/2015). Adapun empat warga dewasa dirawat di Rumah Sakit Cimacan.

Dokter jaga ruang IGD RSUD Cianjur, Habyby Kusuma, mengatakan, hanya seorang pasien yang mengalami gejala mengalami keracunan cukup parah. Menurutnya, seorang korban yang belakangan diketahui bernama Cindy (7) itu juga mengalami syok.

"Sementara yang lain gejala dugaan mengalami keracunannya tidak begitu parah. Mungkin karena panik sehingga banyak yang datang ke rumah sakit," kata Habyby ketika ditemui di RSUD Cianjur, Minggu (15/2/2015).

Ratusan warga RT 2/1 Kampung Cibeureum, Desa Cibeureum, Kecamatan Cugenang, masuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cianjur, Minggu (15/2/2015). Warga diduga mengalami keracunan makanan hajatan.

Informasi yang dihimpun Tribun, musibah keracunan makanan diduga dari nasi kotak yang berisi nasi kuning, daging ayam, telor dadar, mentimun, kerupuk, kacang kedelai, dan rujak. Adapun acara hajatan yang digelar warga RT 7/1 perumahan Duta Polis Regiden Blok, Desa Cibereum, Kecamatan Cugenang sekitar pukul 16.00.

Sekitar pukul 19.00, warga satu per satu mendatangi ruang Intalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Cianjur dengan gejala mual, pusing, dan muntah. Hingga pukul 03.00, jumlah warga yang diduga mengalami keracunan sekitar 104 orang. Empat di antaranya dirawat di Rumah Sakit Cimacan. (cis)

Adanya peristiwa keracunan masal ini, apa tindakan pemerintah setempat bisa dibaca di edisi cetak Tribun Jabar, Senin (16/2/2015). Ikuti berita-berita menarik lainnya melalui akun twitter: tribunjabar dan fan page facebook: tribunjabaronline.


12.14 | 0 komentar | Read More

Woww! Di Hari Valentine Ratusan Pasangan Mesum Terjaring Razia

SURABAYA, TRIBUNJABAR.CO.ID — Ratusan pasangan mesum, atau bukan suami-istri, terjaring razia dari sejumlah hotel, Sabtu (14/2/2015) sore, atau pada saat perayaan Hari Valentine. Pasangan yang terjaring tidak hanya dari kalangan remaja. Sebagian dari mereka sudah dewasa.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, ratusan pasangan mesum itu diangkut dari hotel menuju markas Satpol PP Surabaya menggunakan truk untuk didata dan diberi pembinaan.

Razia dilakukan petugas gabungan Satpol PP, Linmas, TNI, dan Polri sejak pukul 14.00 WIB, dan sampai saat ini masih berlangsung.

Kedatangan ratusan pasangan yang terjaring razia itu membuat sibuk petugas Satpol PP Surabaya yang mendata. Ruang yang disediakan hampir tidak bisa untuk menampung mereka.

Kepala Satpol PP Kota Surabaya Irvan Widyanto mengatakan, razia yang digelarnya memang khusus menyambut Hari Valentine.

"Hari Valentine identik dengan remaja yang memadu kasih, tetapi melakukan tindak asusila. Ini yang ingin kita larang," katanya.

Selain merazia pasangan mesum, petugas gabungan juga merazia minimarket yang menjual paket khusus berupa cokelat dan kondom. (Kontributor Surabaya, Achmad Faizal)

 Post by Tribun Jabar Online.


12.14 | 0 komentar | Read More

Selain Mengambil Muntahan, Dinkes Cianjur Juga Ambil. . .

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Teuku M Guci Syaifudin

CIANJUR, TRIBUNJABAR.CO.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur belum bisa memastikan penyebab dugaan keracunan yang dialami ratusan warga Kampung Cibeureum, Desa Cibeureum, Kecamatan Cugenang.

Namun Dinkes Kabupaten Cianjur telah mengambil sampel makanan untuk mengetahui kandungan bakteri dalam makananyang dibagikan kepada ratusan warga.

Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan (P2MPL) Dinkes Kabupaten Cianjur, Agus Haris, mengatakan, sampel makanan telah dibawa ke laboratorium di Bandung untuk diperiksa. Adapun hasilnya baru akan diketahui seminggu kemudian.

"Selain makanan kami juga mengambil sampel muntahan dan tinja warga yang diduga keracunan makanan yang sempat dirawat di RSUD Cianjur," ujar Agus ketika dihubungi melalui sambungan telepon, Minggu (15/2/2015).

Selain mengambil sampel makanan, lanjut Agus, tempat pembuatan makanan nasi kotak untuk hajatan juga akan diperiksa. Sebab tak menutup kemungkinan tempat memasak atau cara memasak nasi kotak berisi nasi kuning itu kurang bersih dan layak.

"Staf kami juga akan memeriksa tempat pembuatan. Makanya nanti rumah yang menggelar hajatan akan kami datangi," ujar Agus.

Ratusan warga RT 2/1 Kampung Cibeureum, Desa Cibeureum, Kecamatan Cugenang, masuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cianjur, Minggu (15/2/2015). Warga diduga mengalami keracunan makanan hajatan.

Informasi yang dihimpun Tribun, musibah keracunan makanan diduga dari nasi kotak yang berisi nasi kuning, daging ayam, telor dadar, mentimun, kerupuk, kacang kedelai, dan rujak. Adapun acara hajatan yang digelar warga RT 7/1 perumahan Duta Polis Regiden Blok, Desa Cibereum, Kecamatan Cugenang sekitar pukul 16.00.

Sekitar pukul 19.00, warga satu per satu mendatangi ruang Intalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Cianjur dengan gejala mual, pusing, dan muntah. Hingga pukul 03.00, jumlah warga yang diduga mengalami keracunan sekitar 104 orang. Empat di antaranya dirawat di Rumah Sakit Cimacan. (cis)

//
12.14 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger