Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Mobil Operasional SIM Polrestabes Bandung di Yomart Jalan Jakarta

Written By Unknown on Selasa, 02 September 2014 | 12.14

BANDUNG, TRIBUN - Memasuki hari Selasa (2/9/2014), kendaraan perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM) Keliling milik Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Bandung berada di Yomart Grosir Jalan Jakarta No 48, Bandung.

Masyarakat Kota Bandung yang ingin memperpanjang masa berlaku SIM roda dua maupun empat bisa mendatangi lokasi ini mulai pukul 09.00 - 14.00.

Informasi ini sesuai dengan yang diinformasikan lewat situs resmi traffic management center (TMC) Satlantas Polrestabes Bandung, www.tmcbandung.com. SIM Keliling ini hanya melayani perpanjangan SIM A dan C. (*)


12.14 | 0 komentar | Read More

Persediaan Golongan Darah A di PMI Kota Bandung 330 Labu

BANDUNG, TRIBUN -- Total persediaan darah di PMI Kota Bandung berjumlah 1821 labu, Selasa (2/9/2014).

Seperti yang diinformasikan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bandung, pukul 09.00.

Selengkapnya, persediaan untuk golongan darah A 330 labu, B 668 labu, O 655 labu, dan AB 168 labu. Semua tersedia di Kantor PMI, Jalan Aceh no 79, Bandung.

Informasi diperoleh dari humas PMI Kota Bandung. Setiap hari PMI Kota Bandung melayani permintaan darah mulai pukul 07.00 - 20.00. Informasi selengkapnya, bisa menghubungi 022 4207052. (tsm)


12.14 | 0 komentar | Read More

BREAKING NEWS: Polisi Tetapkan 11 Tersangka Satpam RSHS

BANDUNG, TRIBUN - Polsekta Sukajadi terus mengembangkan kasus penganiayaan terhadap Roni Saputra (29) di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS). Unit Reskrim Polsekta Sukajadi sudah menetapkan 11 tersangka kasus ini.

Hal tersebut dikatakan oleh Kapolsekta Sukajadi Kompol Sumi M melalui Kanit Reskrim AKP Achmad Gunawan. "Sebelas tersangka ini dilakukan penahanan," katanya kepada wartawan pagi ini.

Sebelas tersangka yang kini mendekam di tahanan Mapolsekta Sukajadi adalah AR, AN, PP, RS, HF, EH, DI, SN, SS, FM dan ANS. Menurut Achmad, semua tersangka merupakan petugas keamanan di RSHS. (tis)


12.14 | 0 komentar | Read More

Wakil Bupati Cianjur Klaim Pembangunan Lapangan Joglo Pekan Depan

DOKUMENTASI TRIBUN JABAR

Penyanyi dangdut, Inul Daratista menghibur warga Cianjur di Lapangan Prawatasari Joglo, Kelurahan Sawahgede, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur,beberapa waktu lalu. 

CIANJUR, TRIBUN - Wakil Bupati Cianjur, Suranto, meninjau Lapangan Joglo, Kelurahan Sawahgede, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Selasa (2/9/2014). Lapangan Joglo itu nantinya akan dibangun Taman Prawatasari yang pembangunannya dimulai pada pekan depan.

"Pembangunan taman Prawatasari ini tujuannya adalah untuk menata lokasi dan mengatur para pedagang supaya lebih rapi dan indah dilihat," kata Suranto didampingi Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kabupaten Cianjur, Rika Ida Mustikawati ketika ditemui Tribun.

Suranto mengatakan, pembangunan tahap pertama difokuskan untuk memperbaiki  gapura, membangun tribun, dan tempat kuliner. Kedepannya taman prawatasari itu juga bisa digunakan untuk tempat rekreasi, pendidikan dan pasar seni.

"Tahap pertama ini akan memakan waktu sekitar tiga bulan. Selama tiga bulan pedagang akan ditempatkan di sekitar lokasi agar tidak mengganggu jalannya proses pembangunan taman," kata Suranto. (cis)


12.14 | 0 komentar | Read More

Tertibkan Angkot Ngetem, Pemkot Bentuk Tim Pengurai Kemacetan

BANDUNG, TRIBUN  -- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung membentuk tim  mengurai kemacetan untuk menertibkan angkutan umum yang ngetem sembarangan .

"Tim pengurai kemacetan terbagi berbagai instansi Dinas Perhubungan, polisi, TNI, polisi militer, satpol PP dan Kejaksaan," ujar Kabid Operasi Dinas Perhubungan Kota Bandung, Ginting dalam acara Bandung Menjawab di Dinas Informasi dan Komunikasi Bandung, Selasa (2/9/2014).

Ginting mengatakan, ada  tiga titik sasaran pertama angkutan umum di depan Pendopo, Jalan Merdeka dan Jalan RE Martadinata.

"Ada 50 titik rawan macet tapi yang banyak dikeluhkan di media tiga titik itu yang jadi sasaran pertama," ujar Ginting. (tsm)


12.14 | 0 komentar | Read More

"Lupa" Belum Kembalikan Mobil

APA yang semenstinya Anda lakukan jika barang pinjaman sudah selesai digunakan? Jika Anda menyadari bahwa barang yang Anda pinjam bukanlah milik Anda, maka menjadi sebuah kewajiban untuk mengembalikannya kepada yang memilikinya.

Tidak hanya itu, selain barang yang Anda pinjam dipastikan dalam keadaan baik, baik bentuk dan fungsinya, Anda juga berkewajiban menyampaikan rasa terimakasih yang besar karena kemurahan hari orang yang menolong Anda. Jika Anda bekelebihan rezeki, buah tangan bisa Anda sertakan sebagai penebus kebaikan orang lain. Benar begitu?

Tapi, hukum memberi pertolongan belum tentu akan berlaku demikian. Mengapa? Karena bisa saja seseorang tidak sengaja atau menyengaja agar yang memiliki barang pinjaman lupa bahwa hartanya sedang berada di tangan orang lain.

Setelah lupa, berharap barang tersebut tak lagi diminta untuk dikembalikan. Hal demikian sering kita alami dalam kehidupan sehari-hari. Tapi, umumnya adalah untuk barang-barang kecil dan bernilai tidak besar.

Semisal, meminjam sendok dan mangkok tetangga, karena sewaktu tukang bakso lewat di depan rumah, kabita saat para tengga juga makan bakso. Tak enak membuat pedagang menunggu Anda selesai makan, maka terpaksa meminjam mangkok dan sendok tetangga.

Setelah beberapa lama diam di rumah, perabot itu tak kunjung dikembalikan. Tenyata Anda lupa.Kalau sudah ingat? Ya, langsung dikembalikan. Jangan menyengaja lupa!

Menurut Anda, apakah para anggota DRPD yang kini gagal kembali menduduki kursinya, tak kunjung mengembalikan mobil dinas ke pemerintah karena lupa? Atau sedang berusaha agar pemerintah lupa ada mobil yang sedang dipinjamkan, lalu berharap mobil tersebut akan mejadi miliknya?

Jika jawabannya tidak, karena para mantan wakil rakyat masih sehat dan dapat membedakan perkara benar dan salah, maka sudah sepantasnya mobil-mobil pinjaman itu dikembalikan kareana masa pemakaiannya sudah kadaluarsa seiring bergantinya jabatan.

Soal mantan anggota dewan yang berpilaku demikian bukanlah karangan, tapi memang benar- benar ada. Di Tasikmalaya, masih ada mantan anggota DPRD yang ngeukeuweuk (memegang)
mobil dinas.

Padahal mobil dinas tersebut akan digunakan oleh anggota DPRD yang baru untuk menjalankan tugasnya. Anggota DPRD baru tersebut akan dilantik 3 September 2014. Maka, jika para mantan anggota DRPD itu tetap "lupa" mengembalikan pinjaman, tentu akan menghambat kerja para wakil rakyat yang baru.

Aneh memang, kok bisa lupa. Padahal Sekretariat DRPD Kota Tasikmalaya sudah melayangkan surat permohonan pengembalikan mobil dinas kepada para mantan anggota dewan yang memakainya.

Kalau tetap lupa? Pemerintah bakal meminta bantuan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Tambah aneh lagu bukan? Masak, majikan sampai harus bekerja ekstra untuk mengambil harta miliknya.

Kasus mantan pejabat menjadi "lupa" memang tak hanya mewabah di Tasikmalaya. Di Kota Cimahi dan Cianjur juga terjangkit.

Bahkan mungkin di daerah lain di Jawa Barat juga demikian. Di Cimahi sampai akhir Agustus lalu, masih ada 7 mobil dinas yang dikuasi oleh mantan anggota dewan. Di Cinajur barangkali memang perlu bantuan Satpol PP untuk mengambilnya.

Pemerintah kelimpungan menarik mobil dinas karena seringkali ketika petugas mendatangi rumah mantan pejabat itu, mobil tak ada di tempat. Sampai pertengahan Agustus, baru 4 mobil yang bisa ditarik.

Mereka sudah bukan anggota dewan lagi. Jadi tidak layak mendapatkan fasilitas. Bagi mereka yang masih menginginkan fasilitas, bisa jadi karena sedang terjangkit post-power syndrome alias berada dalam suatu keadaan hidup dalam kebesaran bayang - bayang masa lalunya saat masih berkuasa, dan belum dapat menerima realita bahwa kekuasaan telah beralih.

Kini mereka kembali menjadi bagian dari rakyat biasa yang kekuasaanya diwakilkan kepada orang lain. Kalau bayang-bayang itu masih ada, maka keinginan untuk terus disanjung dan dihormati secara berlebihan akan terus ada.

Dan dan fasilitas mobil dinas dianggap sebagai bagian dari kewibawaan dan kehormatan. Kasihan! Mereka butuh bantuan Anda menemukan jalan yang benar. (Kisdiantoro)

Selengkapnya, bisa dibaca di koran Harian Pagi Tribun  Jabar, Selasa (2/9/2014).


12.14 | 0 komentar | Read More

KPK Diminta Turun Usut Keterlibatan Anggota DPRD Jabar Yang Baru

Written By Unknown on Senin, 01 September 2014 | 12.14

BANDUNG, TRIBUN - Acara pelantikan anggota DPRD Jabar periode 2014-2019 disertai sejumlah aksi unjukrasa  dari berbagai elemen. Salah satunya gabungan massa dari tiga kelompok yakni Front Mahasiswa dan Pemuda Anti Korupsi, Pengamen Jalanan Bandung, serta Aliansi Pejuang  Buruh Bandung Raya.

Dalam aksinya mereka silih berganti berorasi dan membentangkan sejumlah spanduk. Ketiga kelompok ini harus puas berorasi di pertigaan Jalan Asia Afrika-Alun-alun Timur Bandung.

Dalam aksinya massa dari Front Mahasiswa dan Pemuda Anti Korupsi, Pengamen Jalanan Bandung, serta Aliansi Pejuang  Buruh Bandung Raya, menuntut agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turun tangan untuk mengusut keterlibatan dua anggota DPRD Jabar yang baru saja dilantik dalam kasus korupsi pengadaan alat kesehatan di Dinkes Jabar dan kasus korupsi pembangunan PLTU Sumuradem, Indramayu.

Namun sayangnya para pengunjukrasa tidak secara spesifik menyebutkan kedua nama anggota DPRD Jabar periode 2014-2019 itu.

"Saya kira semua orang sudah tahu lah siapa kedua orang itu," kata Koordinator Aksi, Naga Sentana dilokasi demo, Senin (1/9/2014). (san)


12.14 | 0 komentar | Read More

Banyak PNS Kabupaten Bandung Barat Datang Terlambat Masuk Kantor

NGAMPRAH, TRIBUN - Tingkat kedisiplinan para pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Bandung Barat ternyata masih belum menunjukkan perbaikan. Buktinya, memulai bulan baru pada September ini, masih banyak PNS yang datang terlambat masuk kantor.

Pantauan Tribun, sejumlah PNS baik PNS laki-laki maupun perempuan terlihat masih banyak yang baru berdatangan sekitar pukul 10.15 WIB.

Padahal sesuai aturan jam kerja PNS, para PNS wajib sudah masuk kantor pada pukul 07.30 WIB. (zam)


12.14 | 0 komentar | Read More

Diduga Tercemar, Ikan Mati di Tujuh Kolam di Cianjur

TRIBUN JABAR / TEUKU MUH GUCI S

Seorang warga RT 02/14 Kampung Salakopi, Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Lili (48) tengah memotong ikan-ikannya yang mati mendadak, Senin (1/9/2014). Diduga air kolam miliknya tercemar air laut bekas pertunjukkan lumba-lumba. 

CIANJUR, TRIBUN - Puluhan kilogram ikan di milik warga di belakang rumah Wakil Bupati Cianjur Suranto di RT 2/14 Kampung Salakopi, Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, mati mendadak, Senin (1/9/2014).

Warga setempat, Lili (48), matinya ikan-ikan di kolam milik warga itu diduga karena air kolam mereka tercemar air laut bekas pertunjukkan lumba-lumba. Di belakang permukiman warga sempat diadakan pertunjukan lumba-lumba yang pada hari ini sudah dibongkar.

"Kaget juga saat melihat ikan-ikan sudah pada ngambang dan mati. Biasanya tidak pernah seperti ini. Ternyata airnya berubah asin," kata Lili saat ditenui memotong ikan-ikannya.

Dikatakan Lili, setidaknya ada tujuh kolam yang ikannya mati pada pagi ini. Ketujuh kolam itu memang memanfaatkan aliran air dari gorong-gorong yang mengalir di tengah permukiman itu. Adapun sumber air itu berasal dari Dawuan.

"Kalau ikan saya lele sama nila. Kami inginnya ada pengertian saja dari pihak terkait," kata Lili. (cis)


12.14 | 0 komentar | Read More

Waduh. . . Sudah Telat Datang ke Kantor, PNS KBB Malah Cuek

Waduh. . . Sudah Telat Datang ke Kantor, PNS KBB Malah Cuek

DOKUMENTASI TRIBUN PEKANBARU

illustrasi pns KBB datang terlambat ke kantor malah ke kantin, bukannya bergegas masuk ke ruang kantor.

NGAMPRAH, TRIBUN - Meski datang terlambat, sejumlah pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Bandung Barat tampak cuek.

Bukannya bergegas masuk kantor masing-masing, mereka malah asyik mengobrol di areal parkir dan pelataran kantor.

Pantauan Tribun, usai memarkirkan kendaraan mereka, para PNS yang datang terlambat tampak hanya berjalan dengan santai menuju kantornya.

Sebagian malah ada yang terlebih dahulu mampir ke kantin. (zam)


12.14 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger