Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

KPK Diminta Turun Usut Keterlibatan Anggota DPRD Jabar Yang Baru

Written By Unknown on Senin, 01 September 2014 | 12.14

BANDUNG, TRIBUN - Acara pelantikan anggota DPRD Jabar periode 2014-2019 disertai sejumlah aksi unjukrasa  dari berbagai elemen. Salah satunya gabungan massa dari tiga kelompok yakni Front Mahasiswa dan Pemuda Anti Korupsi, Pengamen Jalanan Bandung, serta Aliansi Pejuang  Buruh Bandung Raya.

Dalam aksinya mereka silih berganti berorasi dan membentangkan sejumlah spanduk. Ketiga kelompok ini harus puas berorasi di pertigaan Jalan Asia Afrika-Alun-alun Timur Bandung.

Dalam aksinya massa dari Front Mahasiswa dan Pemuda Anti Korupsi, Pengamen Jalanan Bandung, serta Aliansi Pejuang  Buruh Bandung Raya, menuntut agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turun tangan untuk mengusut keterlibatan dua anggota DPRD Jabar yang baru saja dilantik dalam kasus korupsi pengadaan alat kesehatan di Dinkes Jabar dan kasus korupsi pembangunan PLTU Sumuradem, Indramayu.

Namun sayangnya para pengunjukrasa tidak secara spesifik menyebutkan kedua nama anggota DPRD Jabar periode 2014-2019 itu.

"Saya kira semua orang sudah tahu lah siapa kedua orang itu," kata Koordinator Aksi, Naga Sentana dilokasi demo, Senin (1/9/2014). (san)


12.14 | 0 komentar | Read More

Banyak PNS Kabupaten Bandung Barat Datang Terlambat Masuk Kantor

NGAMPRAH, TRIBUN - Tingkat kedisiplinan para pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Bandung Barat ternyata masih belum menunjukkan perbaikan. Buktinya, memulai bulan baru pada September ini, masih banyak PNS yang datang terlambat masuk kantor.

Pantauan Tribun, sejumlah PNS baik PNS laki-laki maupun perempuan terlihat masih banyak yang baru berdatangan sekitar pukul 10.15 WIB.

Padahal sesuai aturan jam kerja PNS, para PNS wajib sudah masuk kantor pada pukul 07.30 WIB. (zam)


12.14 | 0 komentar | Read More

Diduga Tercemar, Ikan Mati di Tujuh Kolam di Cianjur

TRIBUN JABAR / TEUKU MUH GUCI S

Seorang warga RT 02/14 Kampung Salakopi, Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Lili (48) tengah memotong ikan-ikannya yang mati mendadak, Senin (1/9/2014). Diduga air kolam miliknya tercemar air laut bekas pertunjukkan lumba-lumba. 

CIANJUR, TRIBUN - Puluhan kilogram ikan di milik warga di belakang rumah Wakil Bupati Cianjur Suranto di RT 2/14 Kampung Salakopi, Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, mati mendadak, Senin (1/9/2014).

Warga setempat, Lili (48), matinya ikan-ikan di kolam milik warga itu diduga karena air kolam mereka tercemar air laut bekas pertunjukkan lumba-lumba. Di belakang permukiman warga sempat diadakan pertunjukan lumba-lumba yang pada hari ini sudah dibongkar.

"Kaget juga saat melihat ikan-ikan sudah pada ngambang dan mati. Biasanya tidak pernah seperti ini. Ternyata airnya berubah asin," kata Lili saat ditenui memotong ikan-ikannya.

Dikatakan Lili, setidaknya ada tujuh kolam yang ikannya mati pada pagi ini. Ketujuh kolam itu memang memanfaatkan aliran air dari gorong-gorong yang mengalir di tengah permukiman itu. Adapun sumber air itu berasal dari Dawuan.

"Kalau ikan saya lele sama nila. Kami inginnya ada pengertian saja dari pihak terkait," kata Lili. (cis)


12.14 | 0 komentar | Read More

Waduh. . . Sudah Telat Datang ke Kantor, PNS KBB Malah Cuek

Waduh. . . Sudah Telat Datang ke Kantor, PNS KBB Malah Cuek

DOKUMENTASI TRIBUN PEKANBARU

illustrasi pns KBB datang terlambat ke kantor malah ke kantin, bukannya bergegas masuk ke ruang kantor.

NGAMPRAH, TRIBUN - Meski datang terlambat, sejumlah pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Bandung Barat tampak cuek.

Bukannya bergegas masuk kantor masing-masing, mereka malah asyik mengobrol di areal parkir dan pelataran kantor.

Pantauan Tribun, usai memarkirkan kendaraan mereka, para PNS yang datang terlambat tampak hanya berjalan dengan santai menuju kantornya.

Sebagian malah ada yang terlebih dahulu mampir ke kantin. (zam)


12.14 | 0 komentar | Read More

PKL Geruduk Balai Kota Cirebon, Tanyakan Kembali Nasib Mereka

CIREBON, TRIBUN - Puluhan pedagang kaki lima (PKL) berunjuk rasa ke Balai Kota Cirebon, Senin (1/9/2014). Mereka kembali mempertanyakan nasibnya yang hingga kini belum bisa berjualan pascapenertiban 9 Agustus 2014.

Para PKL itu datang dengan membawa poster. Mereka juga berorasi di depan Balai Kota, namun akhirnya perwakilan PKL diperkenankan masuk Balai Kota dan bertemu pejabat Pemkot.

Di antara pejabat yang menemui adalah Wakil Wali Kota Cirebon Nasrudin Azis, Sekda Asep Dedi, Kepala Disperindagkop Yati Rohayati dan jajarannya, dan Kepala Satpol PP Andi Armawan.

"Kedatangan kami ke sini simpel, hanya nanya kapan kami bisa jualan lagi? Sebab setelah penertiban 9 Agustus, sampai hari ini kami belum bisa berjualan," kata Pendiri Forum PKL Kota Cirebon, Yunus di hadapan pejabat Pemkot Cirebon.

Pemkot Cirebon memberlakukan peraturan tentang kawasan tertib lalu lintas di mana di dalamnya diatur juga soal PKL. Dalam peraturan itu, ada enam titik yang harus bersih dari PKL, yakni Jalan Siliwangi, Jalan RA Kartini, Jalan Wahidin, Jalan Cipto Mangunkusumo, Jalan Pemuda, dan Jalan Sudarsono. (roh)


12.14 | 0 komentar | Read More

Sejumlah Wartawan Protes Tak Bisa Masuk Gedung Merdeka

BANDUNG, TRIBUN - Sejumlah wartawan yang hendak meliput acara pelantikan anggota DPRD Jabar di Gedung Merdeka, Bandung, memprotes pihak panitia dari Sekretariat DPRD Jabar, Senin (1/9/2014). Mereka mengeluhkan panitia yang tidak memperbolehkan wartawan masuk ke Gedung Merdeka.

"Wartawan yang boleh masuk harus menunjukan id card. Saya memang tidak punya id card, tapi saya sudah beberapa kali minta id card ke panitia tapi tidak dikasih, bagaimana ini," kata Wartawan Metro TV,  Iwan Gumilar, di depan Gedung Merdeka, Senin (1/9/2014).

Menurut Iwan, panitia telah berlaku diskriminatif dalam pembagian id card. Padahal, kata Iwan, ia adalah wartawan resmi yang ditugaskan Metro TV untuk meliput acara tersebut.

"Tadinya kami mau live di dalam Gedung Merdeka, tapi nggak jadi karena nggak boleh masuk," ujar Iwan.

Wartawan dari Harian Rakyat Merdeka, Arief Pratama menyesalkan sikap panitia yang tidak memperdulikan wartawan yang jelas. Ini artinya, kata Arief, yang masuk ke dalam Gedung Merdeka justru banyak wartawan yang tidak jelas.

"Saya ini wartawan Harian Rakyat Merdeka. Koran saya jelas, surat tugas saya jelas. Tapi nggak boleh masuk untuk meliput acara, panitianya hebat banget," kata Arief. (san)


12.14 | 0 komentar | Read More

Djanur Prediksi Persita Bakal Bermain Menyerang

Written By Unknown on Jumat, 29 Agustus 2014 | 12.14

BANDUNG, TRIBUN- Pelatih Persib Bandung, Djadjang Nurdjaman, memprediksi Persita Tangerang bakal bermain menyerang ketika kedua tim bertanding Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Minggu (31/8).

"Persita butuh menang. Mungkin saja menunggu dulu baru counter attack. Namun, kemungkinan mereka bakal lebih menyerang," ujar pelatih yang akrab disapa Djanur itu di lapangan Sidolig, Jumat (29/8) pagi.

Menurutnya, kalau Pendekat Cisadane memakai pola menyerang, laga bakal berjalan seru. "Itu yang kita butuhkan supaya biasa jual beli serangan," kata eks striker Persib itu.

Meskipun Maung Bandung, lolos ke delapan besar tetap membutuhkan hasil sempurna dari laga menantang Persita. (tom)


12.14 | 0 komentar | Read More

Inilah Rahasia Sukses Ganda Putri Indonesia di Kejuaraan Dunia 2014

KOPENHAGEN, TRIBUN - Penampilan ganda putri Indonesia di ajang BWF World Championships 2014 mendapat perhatian para pecinta bulutangkis dunia. Diawali dari kejutan yang diciptakan Anggia Shitta Awanda/Della Destiara Haris dengan membungkam pasangan rangking satu dunia, Bao Yixin/Tang Jinhua (Tiongkok), hingga kemenangan atas wakil tuan rumah di babak ketiga.

Tiket babak perempat final diraih Anggia/Della yang merupakan pemain-pemain muda, atas Line Damkjaer Kruse/Marie Roepke. Sebelumnya, Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari juga menekuk unggulan kedua asal Denmark, Kamilla Rytter Juhl/Christinna Pedersen, 21-15, 21-19.

Lalu apa komentar Eng Hian, Kepala Pelatih Ganda Putri PBSI, soal hasil yang dicapai para anak didiknya? Berikut petikan wawancara Eng Hian di stadion Ballerup Super Arena, Kamis (28/8/2014) seperti dikutip dari situs resmi PP PBSI.

Apa komentar anda mengenai penampilan pemain ganda putri sejauh ini di BWF World Championships 2014?

Target pertama untuk masuk babak delapan besar sudah berhasil dicapai Anggia/Della. Namun secara pribadi pasti inginnya lebih dari perempat final. Saya perhatikan sejak babak pertama, grafik penampilan Anggia/Della terus meningkat.

Saya harapkan Greysia/Nitya juga besok bisa menjaga performance mereka, soal hasil nanti kita lihat di lapangan.

Apa yang terjadi dengan Suci Rizki Andini/Tiara Rosalia Nuraidah?

Terus terang saya tidak puas dengan hasil yang diraih Suci/Tiara di turnamen ini. Ada hal yang harus dievaluasi dari keduanya, terutama masalah non teknis.

Ini adalah kendala utama yang mesti saya lihat dan evaluasi. Dengan catatan atletnya sendiri juga mau berubah, demi kebaikan mereka.

Belakangan ini para ganda putri Indonesia membuat kejutan dengan menumbangkan ganda putri andalan-andalan Tiongkok, apa rahasianya?

Nothing special kok. Saya hanya mengajarkan kepada anak-anak bahwa kalau kita mau bertanding, jangan memandang lawan sebagai figur yang levelnya diatas kita. Tak usah dilihat siapa ini si A, B dan sebagainya.

Kalau saya lihat dalam enam bulan ini, anak-anak sepertinya terlalu mengagumi sosok-sosok pemain dunia yang menjadi lawan mereka. Saya bilang kepada mereka, tolong kebiasaan ini dihilangkan. Saya sudah cukup lama mempelajari dan mengikuti perkembangan ganda putri level dunia. Dari sisi teknik, pemain Indonesia itu lebih bagus. Artinya, mereka lebih unggul dari segi skill dan intelegensi. Kurangnya menurut saya di segi confident.

Padahal dengan adanya rasa percaya diri, ini akan berpengaruh ke kegiatan sehari-sehari mereka seperti atmosfer di latihan, jadi mereka punya tujuan. Sejauh ini anak-anak ada yang sudah bisa menerima dan mungkin masih ada yang masih proses menerima hal ini.

Selain mengatur mindset atlet, apakah program dan porsi latihan juga ditingkatkan dari sebelumnya?

Kalau ini memang iya, dan harus. Saya memang meningkatkan program latihan dan porsinya. Ini diperlukan untuk modal mereka di lapangan. Kalau untuk detail latihan tidak banyak yang berbeda, saya cuma coba membuat mereka lebih mengerti, tujuan mereka datang ke lapangan itu apa, mereka ada di (Pelatnas) Cipayung itu untuk apa?

Absennya andalan di ganda campuran dan ganda putra di BWF World Championships 2014 membuat ganda putri menjadi harapan. Apa komentar anda?

Saya tidak pernah membebankan apapun kepada anak-anak. Beban itu biarlah ada di tangah pelatih, apapun yang ditargetkan PBSI, biarlah pelatih yang menangani. Kami ingin anak-anak enjoy, tapi ini tidak membuat mereka menjadi manja. Mereka dididik dari kecil, kalau sudah masuk lapangan, siapa sih yang mau kalah? Saya percaya akan tanggung jawab mereka, mungkin proses menuju kemenangan itu tidak mudah. Mau jadi pemain bagus sih mudah, tetapi mau jadi juara itu tidak gampang.

Bagaimana anda menilai peluang ganda putri di kejuaraan dunia kali ini?

Hingga saat ini saya tetap menaruh keyakinan terhadap pemain-pemain saya, tetapi kami tidak mau berpikir terlalu jauh. Kami persiapkan anak-anak babak demi babak saja, karena kalau berpikir terlalu jauh nanti stress dan ini efeknya ke penampilan di lapangan.


12.14 | 0 komentar | Read More

Tri Rismaharini Pantau Bekas Lokalisasi Gang Dolly dari Ruang Kerja

SURABAYA, TRIBUN - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, tidak ingin hanya mendapatkan laporan lisan tentang situasi dan suasana kota yang dipimpinnya. Wali Kota perempuan pertama Surabaya itu ingin melihat kondisi riil situasi kota meski hanya dari ruang kerjanya.

Kini, di ruang kerja Risma, terdapat puluhan layar monitor CCTV dari berbagai sudut jalanan kota. Layar monitor CCTV itu dimunculkan dalam satu layar televisi berukuran besar berisi 25 pantauan lokasi kamera CCTV, dan satu layar televisi berukuran sedang yang menampilkan empat pantauan lokasi kamera CCTV.

Di dekat layar monitor, terdapat perangkat komunikasi yang langsung terhubung dengan pusat komunikasi Dinas Perhubungan dan petugas di lapangan. "Jadi kalau ada kemacetan di jalan yang luput dari pantauan petugas, saya bisa langsung menghubungi petugas di jalan," kata Wali Kota, Jumat (29/8/2014).

Tidak hanya hasil pantauan CCTV untuk memantau kemacetan jalan, di ruang kerja Risma juga terdapat satu layar televisi lagi yang menampilkan 16 titik pantauan kamera CCTV khusus untuk memantau kondisi eks lokasi pelacuran Dolly.

"Meski sudah ditutup, situasi eks lokalisasi Dolly masih tetap dipantau," kata Risma.

Dari ruang kerjanya, Risma tidak hanya dapat memantau situasi lokasi tertentu, tepat di hadapan kursi meja kerjanya, ada satu perangkat komputer PC yang berfungsi untuk mengontrol aplikasi E Government.

Aplikasi tersebut, kata Risma, memudahkannya untuk memantau semua kegiatan penganggaran Pemerintah Kota Surabaya serta kinerja layanan administrasi masyarakat Surabaya. (kompas.com)


12.14 | 0 komentar | Read More

BREAKING NEWS: Kerugian Warga Akibat Ledakan Pipa Pertamina Rp 235 juta

JAKARTA, TRIBUN -Kepala Desa Mandalawangi, Sukasari, Subang, Akyas Lesmana mengatakan, kerugian yang dialami warga desanya akibat kebakaran pipa solar milik Pertamina, Kamis (28/8/2014), menembus Rp235 juta rupiah. Jumlah kerugian versinya ini belum dicocokkan dengan data milik Pertamina.Dari data yang dihimpun Akyas, kerugian terbesar dialami Nurhasanah (85). Ia kehilangan Rp100 juta akibat rumah, musala dan kamar mandinya yang terletak di pinggir Sungai Batang terlalap api.

Sarim (60) merugi Rp15 juta setelah satu sepeda motor, 9 ekor domba dan 15 ekor ayam milknya raib dilahap si jago merah. Kerusakan rumah milik Sampir (60) dan Rusnadi (70) yang ikut terbakar, masing-masing terhitung Rp10 juta.

Sementara itu, rumah milik Samsudin (50), kepala keluarga yang menjadi korban tewas bersama dua anak laki-lakinya, ditaksir senilai Rp20 juta.

Di luar itu, kerugian warga desa yang berada di sepanjang aliran Kali Batang, ditaksir senilai Rp65 juta. Kerugian itu mencakup terbakarnya 100 pohon kelapa dan 1.000 pohon pisang, serta tanaman padi di sawah seluas 1,5 hektare.


12.14 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger