Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Robin Williams Ditemukan Tewas, Diduga Bunuh Diri

Written By Unknown on Selasa, 12 Agustus 2014 | 12.14

LOS ANGELES, TRIBUN - Aktor dan komedian pemenang Piala Oscar, Robin Williams, ditemukan tewas di rumahnya di California, Amerika Serikat, berdasarkan pernyataan kepolisian setempat pada Senin (11/8/2014).

Menurut pernyataan dari Kantor Sheriff Daerah Marin, jasad aktor berusia 63 tahun itu ditemukan pada Senin sebelum tengah hari.

"Saat ini, Divisi Koroner Kantor Sheriff menduga kematiannya karena bunuh diri, karena asphyxia," kata pernyataan itu. 

Divisi Koroner Kantor Sheriff Daerah Marin, California, menyatakan dugaan penyebab kematian karena bunuh diri ini berdasarkan temuan kondisi asphyxia pada jasad Williams, tetapi penyebab pasti kematiannya dinyatakan masih dalam penyelidikan. Asphyxia ditandai dengan kondisi darah yang kekurangan oksigen dan tingginya kandungan karbon dioksida.

Williams yang dikenal antara lain sebagai psikiater dalam film Good Will Hunting ini diketahui pernah lama berjuang melawan kecanduan. Bulan lalu, dia diketahui masuk ke pusat rehabilitasi di Minnesota, Amerika Serikat, untuk mempertahankan ketenangan.

Saat itu, kerabat Williams menyatakan, aktor ini tak lagi menggunakan obat-obatan terlarang ataupun menenggak minuman beralkohol. Menurut kerabat tersebut, dia mendatangi pusat rehabilitasi itu untuk menyempurnakan dan memfokuskan ketenangannya setelah bekerja lebih lama dari jadwal biasa.(kompas.com)


12.14 | 0 komentar | Read More

Murid SD Lomba Dokter Kecil Tingkat Kabupaten Cirebon

TRIBUN JABAR / IDA ROMLAH

LOMBA DOKTER KECIL -- Peserta lomba dokter kecil tingkat Kabupaten Cirebon berbincang dengan Bupati Cirebon, Sunjaya Purwadi di Kantor Bupati, Selasa (12/8/2014). Para dokter kecil itu mewakili 40 kecamatan se-Kabupaten Cirebon. 

CIREBON, TRIBUN - Sebanyak 40 murid SD mengikuti lomba dokter kecil tingkat Kabupaten Cirebon, Selasa (12/8) di Setda Kabupaten Cirebon di Sumber. Mereka merupakan perwakilan dari 40 kecamatan se-Kabupaten Cirebon.

Para murid SD, itu berlomba untuk menjadi yang terbaik. Mereka mengikuti beberapa tes seperti tes pengetahuan, praktik, menulis esai (karangan), dan tes penyuluhan tentang kesehatan.

Peserta yang terbaik selanjutnya akan diikutkan lomba ke tingkat Provinsi Jabar. Lomba tingkat provinsi rencananya akan digelat Kamis atau Jumat lusa. (roh)


12.14 | 0 komentar | Read More

Inilah Tujuh Kota di Indonesia yang Paling Nyaman Ditinggali

JAKARTA, TRIBUN - Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia (IAP) meliris daftar kota di Indonesia yang dianggap nyaman untuk ditinggali atau Indonesian Most Livable City Index 2014 oleh masyarakat.

Dari survey yang dilakukan IAP tersebut, ada tujuh kota yang memiliki nilai di atas rata-rata dan dianggap nyaman ditinggali. "Kota Balikpapan secara signifikan berada diatas rata-rata nasional untuk aspek tata kota dan pengelolaan lingkungan dibandingkan dengan kota lain," ujar Ketua Umum Ikatan Ahli Perncanaan Indonesia, Bernardus Djonoputro di Jakarta, Senin (11/8/2014).

Bernard menjelaskan, bahwa survei ini murni adalah persepsi masyarakat. Menurut dia, penentuan kota nyaman ini berdasarkan 27 indikator yang ditentukan sebelumnya. Sementara itu, jumlah responden dalam survey ini berjumlah 1.000 orang yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Survey ini memiliki margin error sebesar 2 persen dan dilaksanakan pada tahun 2014 ini. Keberadaan index tersebut tidak dimaksudkan untuk melakukan pemeringkatan kota yang lebih baik, namun index ini dimaksudkan mengukur kualitas kehidupan warga kota dan dimaksudkan untuk melakukan identifikasi awal faktor-faktor kritis pembangunan pada masing-masing kota berdasarkan persepsi warga. (kompas.com)

Berikut adalah tujuh kota di Indonesia yang dianggap paling nyaman untuk ditinggali
1. Balikpapan
2. Solo
3. Malang
4. Yogyakarta
5. Makassar
6. Palembang
7. Bandung


12.14 | 0 komentar | Read More

Pemkab Garut Antisipasi Dampak Kemarau di 18 Kecamatan

GARUT, TRIBUN - Musim kemarau yang diperkirakan datang beberapa pekan lagi dapat menyebabkan bencana kekeringan dan krisis air bersih di 18 dari 42 kecamatan di Kabupaten Garut.

Bupati Garut Rudy Gunawan mengatakan berdasarkan informasi yang didapatnya dari BMKG, kemarau cukup panjang diperkirakan terjadi setelah musim hujan sejak Januari 2014. Padahal sebelumnya, kemarau tahun ini disebut sebagai kemarau basah karena selalu diselingi hujan.

"Kami tengah bersiaga menghadapi kemarau panjang yang dapat berimbas pada 18 kecamatan. Karena itu, masyarakat diimbau untuk waspada dengan dampak dari anomali cuaca ini," kata Bupati.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Dik Dik Hendrajaya, mengatakan sebelumnya mengajukan penanganan dampak bencana kekeringan di 13 kecamatan. Namun kini, menjadi 18 kecamatan.

"Agustus-September ini diperkirakan mulai kemarau dan bisa saja berakhir pada Januari-Februari. Kami harap dampak kemarau tidak terlalu parah," katanya Dik Dik, Senin (11/8/2014).

Ke-18 kecamatan yang diperkirakan terkena dampak kekeringan adalah Kecamatan Cibatu, Selaawi, Cibiuk, Leuwigoong, Karangpawitan, Sukawening, Karangtengah, Malangbong, Kersamanah, Baluburlimbangan, Bungbulang, Pakenjeng, Pamulihan, Singajaya, Cihurip, Mekarmukti, Samarang, dan Sukaresmi.

"Kami akan menanggulangi krisis air bersih yang diperkirakan terjadi di 18 titik tersebut dengan pembangunan pompa air bagi daerah yang memiliki sumber air dalam tanah, pipanisasi bagi daerah yang memiliki sumber air cukup jauh, dan suplai air bersih langsung menggunakan kendaraan tanki bagi daerah yang tidak memiliki sumber air manapun," kata Dik Dik.

Sebelumnya, terdapat 13 titik yang diprediksi mengalami kekeringan tersebut, di antaranya Desa Depok di Kecamatan Pakenjeng, Desa Mekarsari di Kecamatan Mekarmukti, Desa Wangunjaya dan Kawasan Gunungjampang di Kecamatan Bungbulang, serta Desa Sukamanah di Kecamatan Bayongbong.

Titik yang diprediksi akan mengalami krisis air bersih lainnya adalah Desa Surabaya di Kecamatan Baluburlimbangan, Desa Mekarmulya di Kecamatan Talegong, dan Desa Sukawangi di Kecamatan Malangbong.

Kawasan rawan krisis air bersih lainnya adalah Desa Margamulya di Kecamatan Leuwigoong, Desa Sukahaji di Kecamatan Sekawening, Desa Sukamanah di Kecamatan Wanaraja, Desa Sukahurip di Kecamatan Pangatikan, dan kawasan Simpang di Kecamatan Cikajang.

Data tersebut diperoleh dari hasil penelusuran BPBD bersama Dinas Tata Ruang dan Permukiman Kabupaten Garut di lapangan, serta laporan setiap kecamatan. Selain pengadaan sumur bor, pipanisasi, dan pengadaan air bersih, pihaknya berencana memberikan 2.000 jeriken air kepada warga.

Pengadaan instalasi penyedia air bersih ini, katanya, di antaranya dipenuhi dengan mengajukan sarana yang dibutuhkan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) atau BPBD Provinsi Jawa Barat. Pihaknya pun mengajukan pengadaan kendaraan tanki air sehingga memudahkan distribusi air bersih dari PDAM.

Tahun 2013, katanya, terdapat 10 titik yang mengalami krisis air bersih. Pembangunan sumur bor dan pipanisasi, katanya, baru dilaksanakan di tujuh titik di antaranya. Sedangkan sisanya, diatasi dengan penyuplaian langsung air bersih menggunakan tanki.

"Setelah kita buatkan sumur bor, pompa air, atau pipanisasi, kita serahkan kepada warga. Pembangunan sesuai kebutuhan daerahnya, dipilih salah satu. Pengelolaan dan pemeliharaanya bisa dilakukan dengan pembentukan Badan Usaha Milik Desa atas pengelolaan instalasi air bersih itu," katanya. (sam)

Selengkapnya, bisa dibaca di koran Harian Pagi Tribun Jabar, Selasa (12/8/2014).


12.14 | 0 komentar | Read More

Jadwal Siaran Langsung Real Madrid Vs Sevilla

FRANCK FIFE / AFP

Kapten Real Madrid, Iker Casillas, mengangkat trofi Liga Champions setelah timnya menang 4-1 atas Atletico Madrid, di babak final, di Estadio da Luz, Lisabon, Sabtu (24/5/2014). 

TRIBUN  — Berikut jadwal siaran langsung sepak bola pada pekan ini.

Selasa, 12 Agustus 2014

European Super Cup
Real Madrid vs Sevilla, SCTV/Nex Entertainment, pukul 01.30 WIB.

Rabu, 13 Agustus 2014

Friendly Match
Manchester United vs Valencia, Bein Sport 1 pukul 01.30 WIB

Turnamen Hassanah Bolkiah
Indonesia U-19 vs Vietnam, SCTV pukul 15.00 WIB (KOMPAS.com)


12.14 | 0 komentar | Read More

Mahasiswa Indonesia Ciptakan Solar Air

DEPOK, TRIBUN - Jika pemerintah berupaya membatasi solar, Fakultas Teknologi Industri Universitas Trisakti dari Program Studi Teknik Mesin justru berhasil membuat inovasi untuk penghematan solar dengan menciptakan bahan bakar pengganti yang mereka beri nama Solar Air.

Solar Air memiliki bahan utama solar sebanyak 70 persen, ditambah bahan zat adiktif 20 persen dan air 10 persen. Solar Air, diklaim berkekuatan sama dengan solar biasa dan dapat menghemat penggunaan solar hingga 10 persen.

Wakil Dekan Universitas Trisakti Dr Ing AC Arya mengatakan inovasi solar air yang merupakan hasil kerja dan inovasi, serta hasil pengembangan mahasiswanya merupakan terobosan baru yang sangat membanggakan pihaknya.

Menurut Arya ditengah kisruh subsidi BBM dan kelangkaan bahan bakar solar yang ramai dibicarakan, mahasiswa Trisakti langsung berinovasi untuk menghemat penggunaan solar dengan menciptakan solar air ini.

"Seluruh jajaran Universitas Trisakti sangat Bangga dengan kerja keras yang dilakukan oleh para mahasiswa dari Fakultas Teknologi Industri Universitas Trisakti, Program Studi Teknik Mesin," kata Arya, Senin (11/8/2014).

Karenanya, kata dia, pihaknya akan mendukung penuh inovasi ini, dan berharap akan bermanfaat bagi masyarakat luas, setelah nanti ditawarkan pembuatannya secara massal kepada pemerintah maupun swasta.

"Jelas bahwa inovasi ini akan sangat bermanfaat bagi masyarakat luas terutama pengguna solar, diantaranya adalah nelayan," kata Arya.

Menurut Arya, solar air dicoba di kapal cepat dengan mengelilingi 69 pulau di Kepulauan Seribu, yang dimulai padA Minggu (10/8/2014) dan akan berakhir dalam 5 hari ke depan. "Hasil ujicoba untuk sementara ini sangat memuaskan," katanya.

Ketua Panitia Uji Coba Bahan Bakar Solar Air, Dimas Airlangga, yang merupakan Mahasiswa Fakultas Teknik Industri Universitas Trisakti yang ikut berperan dalam inovasi solar air ini berharap inovasi solar air ini menjadi salah satu solusi, permasalahan BBM di Indonesia.

"Kami akan mengelilingi 69 pulau di Kepulauan Seribu ini dengan bahan bakar solar air ini dimana perjalanan sampai 5 hari. Sampai saat ini hasilnya sangat memuaskan setelah beberapa pulau kami kelilingi," katanya, Senin (11/8/2014).

Menurut Dimas, jika ujicoba dengan mengelilingi 69 pulau di Kepulauan Seribu selama lima hari berhasil, barulah solar air akan ditawarkan untuk digunakan oleh masyarakat umum, dan nelayan secara khusus.

Dimas menjelakan Solar Air yang terdiri dari 70 persen solar, 20 persen bahan adiktif dan 10 persen air, sangat aman bagi lingkungan dan tidak memiliki efek merusak.

"Solar air ini termasuk bio solar yang sangat aman bagi lingkungan, sekaligus tidak akan merusak mesin," ujar Dimas. Ia mengatakan inovasi dan uji coba solar air ini juga akan dipersembahkan untuk memperingati Hari Kemerdekaan RI yang 69 pada 17 Agustus 2014 mendatang. (KOMPAS.com)


12.14 | 0 komentar | Read More

Pelatih Persija Benny Dolo : Secara Hasil Tidak Puas

Written By Unknown on Senin, 11 Agustus 2014 | 12.14

JAKARTA,TRIBUN -Kubu Persija Jakarta  mengklaim timnya bermain lebih baik dibandingkan Persib Bandung, dalam lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Minggu (10/8/2014). Laga klasik itu berakhir imbang, 0-0. (baca : Hadir di GBK, Bang Yos Saksikan Persija Ditahan Persib )

"Ball position dan peluang yang kami ciptakan lebih banyak. Edi Foday Boakay nyaris mencetak gol," ujar Asisten Pelatih Persija, Hendri Susilo usai laga.

Peluang emas Persija tercipta melalui Edi Foday. Persib juga menciptakan peluang emas di menit akhir melalui sontekkan M Ridwan.

"Kami nyaris menang melalui peluang Edi Foday. Tapi kami juga nyaris kalah dengan peluang M Ridwan yang berhasil digagalkan kiper kami," ujarnya.

Meski mengklaim bermain lebih baik, hasil akhir skor kacamata ini membuat pihaknya kurang puas.

"Secara hasil tidak puas. Tapi setelah ini kami akan fokus ke laga selanjutnya dan meraih poin lebih baik karena persaingan di klasemen semakin ketat," ujarnya.(men)


12.14 | 0 komentar | Read More

Imam Masjid Nurul Yaqin Ditikam Makmum saat Pimpin Salat Subuh

PAREPARE, TRIBUN - Musazzir, imam Masjid Nurul Yaqin, di desa Babana, Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, ditusuk oleh tetangganya, Minggu (10/8/2014). Saat itu, dia sedang memimpin salat Subuh.

Musazzir mengalami luka tusuk di bagian dada sebelah kanan. Dia langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Andi Makkasau, Kota Parepare, Sulawesi Selatan, karena tidak sadarkan diri.

"Ayah saya ditikam oleh tetangga sendiri, kakek bernama Rahman usia 75 tahun," kata Mariyana, anak Musazzir, di RSUD Andi Makkasau.

Menurut dia, Rahman juga berada di dalam jemaah salat subuh. Saat membaca surat Al Fatihah pada rakaat pertama, Rahman kemudian maju ke depan dan menusuk Musazzir.

Maryiana mengatakan, Rahman tidak senang jika ayahnya menjadi imam pilihan warga setempat. Rahman juga sempat mencoba membunuh ayahnya dengan menggunakan golok, saat sebelum salat subuh, tiga tahun lalu. Namun, ayahnya berhasil diselamatkan oleh warga setempat.

"Tiga tahun silam, pelaku sempat mengejar ayah saya dengan sebilah golok sebelum salat subuh di pekarangan masjid. Namun, sempat dilerai oleh warga setempat," ungkap Maryiana.

Pelaku, hingga malam ini, belum berhasil ditangkap. Menurut kasat Reskrim Polres Pinrang Ajun Komisaris Karim, pelaku hingga kini masih dalam pengejaran.

"Kita telah mencari hingga Kota Parepare. Sejumlah saksi dan keluarga pelaku telah dimintai keterangan," kata Karim. (TRIBUNNEWS)


12.14 | 0 komentar | Read More

Tak Diberi THR, Karyawan Laporkan PT Tiga Arga ke Gubernur

* Digaji Tak Sesuai UMK

NGAMPRAH, TRIBUN – Para karyawan PT Tiga Arga yang terletak di Jalan Raya Cimareme-Gadobangkong No 185 A, Desa Gadobangkong, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB),mengadukan perusahaan tempat mereka bekerja kepada Bupati Bandung Barat dan Gubernur Jawa Barat. Para karyawan menyebut PT Tiga Arga banyak melakukan pelanggaran terhadap hak-hak karyawan.

Salah seorang perwakilan karyawan PT Tiga Arga, sebut saja Hendrik (bukan nama sebenarnya) mengatakan selama ini pihak perusahaan bertindak sewenang-wenang terhadap para karyawannya baik karyawan tetap maupun karyawan kontrak. Ia juga menyebut PT Tiga Arga banyak melakukan penyimpangan terhadap aturan-aturan ketenagakerjaan.

"Salah satu penyimpangan yang dilakukan adalah hingga kini kami (para karyawan)masih belum mendapatkan gaji sesuai UMK (upah minimum kabupaten) KBB," kata Hendrik kepada wartawan di Gadobangkong, Minggu (10/8/2014).

Ia menjelaskan, pabrik yang memproduksi cat dengan merek-merek ternama tersebut hanya membayar gaji karyawan tetap sebesar Rp 59 ribu per hari x 24 hari atau sebesar Rp 1.416.000 untuk satu bulan. Sedangkan karyawan kontrak, hanya dibayar Rp 68 ribu per hari x 20 hari atau sebesar Rp 1.360.000 per bulannya.

"Padahal UMK KBB, sudah Rp 1,7 juta lebih per bulannya. Ini sudah jelas pelanggaran aturan," kata dia.

Protes karyawan mengenai gaji yang tidak sesuai UMK KBB ini merupakan yang kedua kalinya mereka lakukan. Sebelumnya pada Februari lalu, ujar dia, para karyawan juga pernah menuntut perusahaan untuk menerapkan UMK KBB karena hingga saat itu pihak perusahaan belum juga menggaji karyawan mereka sesuai UMK yang sudah ditetapkan yakni Rp 1.738.476 per bulan.

Selain tidak digaji sesuai UMK KBB, lanjut karyawan tersebut, pihak perusahaan juga melanggar aturan ketenagakerjaan lain yakni sama sekali tidak memberi tunjangan hari raya (THR) kepada seluruh karyawan kontrak sebelum lebaran lalu. Padahal sesuai aturan ketenagakerjaan, perusahaan juga wajib memberikan THR kepada seluruh karyawannya tanpa kecuali termasuk karyawan kontrak.

"Padahal karyawan kontrak juga sudah ada yang bekerja selama 5 tahun. Tapi buktinya seluruh karyawan kontrak dengan masa kontrak 6 bulan hingga 5 tahun tidak ada yang dapat THR. Ini sangat menyakitkan," ujar Hendrik geram.

Ia menambahkan, adanya karyawan yang masih berstatus karyawan kontrak padahal ia sudah bekerja selama 5 tahun, juga dipertanyakan oleh para karyawan. Pasalnya, sesuai aturan yang ada, seorang karyawan hanya bisa dkontrak selama 2 tahun dengan opsi perpanjangan selama satu tahun.

Hal senada juga diungkapkan oleh karyawan lain yang enggan disebutkan namanya. Menurut dia, tidak diterapkannya upah sesuai UMK ini sebenarnya sudah terjadi sejak 2013 silam. Namun, para karyawan di perusahaan produsen cat tersebut tidak berani untuk menuntut hak mereka karena khawatir dipecat.

Pasalnya, kata dia, beberapa karyawan langsung dipecat ketika mereka menanyakan realiasi penerapan UMK kepada pihak manajemen. Kondisi itu membuat para karyawan lainnya dilematis karena di satu sisi mereka menginginkan upah minimal sesuai UMK, namun di sisi lain mereka khawatir mengikuti jejak rekannya yang dipecat oleh perusahaan gara-gara menuntut gaji yang sesuai.

"Dulu kami pernah lapor ke Dinsosnakertrans KBB, tapi ternyata tidak ada perubahan apa-apa. Makanya kami sekarang lapor ke gubernur," ujarnya.

Selain tak memperoleh gaji sesuai UMK dan tidak mendapat THR, kata dia, pihak manajemen PT Arga juga tidak memberikan jaminan kesehatan seperti pemberian pelayanan jamsostek atau BPJS Ketenagakerjaan yang sudah menjadi hak para karyawan. Ia pun mengeluhkan penerapan upah lembur yang menurutnya tidak berperikemanusiaan.

"Jam kerja kami lebih dari 8 jam. Tapi kalau pun lembur, kami hanya dibayar seribu rupiah per jam," kata dia sambil geleng-geleng kepala.

Hingga kini belum ada klarifikasi dari pihak perusahaan. Wartawan tidak diperkenkan masuk dengan alasan pihak manajemen seluruhnya tidak masuk karena sedang libur. Upaya meminta nomor ponsel pun tak berhasil karena tak ada seorang pun petugas yang mau memberikan nomor ponsel pimpinan perusahaan tersebut.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) KBB, Aos Kaosar mengaku belum mengetahui perihal adanya perusahaan yang menggaji para karyawannya di bawah standar UMK KBB yakni sebesar Rp 1.738.476 per bulan mulai 2014 ini.

"Soalnya sejak UMK ditetapkan hingga saat ini belum ada perusahaan yang meminta penangguhan (penerapan UMK)," kata Aos saat dihubungi melalui ponselnya.

Setelah UMK KBB ditetapkan, pemerintah memang memberikan kesempatan kepada perusahaan-perusahaan yang merasa keberatan atau tidak mampu membayar gaji karyawannya sesuai dengan UMK KBB dengan meminta penangguhan penerapan UMK KBB kepada pemerintah daerah.

"Kalau ternyata ada buruh yang gajinya tidak sesuai UMK, silakan laporkan kepada kami. Pasti kami tindaklanjuti," ujar Aos. (zam)

Selengkapnya, bisa dibaca di koran Harian Pagi Tribun Jabar, Senin (11/8/2014).


12.14 | 0 komentar | Read More

Polisi Masih Selidiki Spanduk ISIS di Sekitar ITB

BANDUNG, TRIBUN - Polisi tengah mendalami pemasangan spanduk dukungan terhadap Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Spanduk tersebut beberapa hari lalu dipasang di Jalan Ganesha, Kecamatan Coblong depan kampus Institut Teknologi Bandung (ITB).

Polrestabes Bandung kemudian menurunkan spanduk tersebut dan mengamankan empat orang. Mereka diperiksa oleh Satuan Intelkam Polrestabes Bandung.

"Sampai hari masih kami mintai keterangan," kata Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Mashudi kepada wartawan, Minggu (10/8/2014).

Ia menuturkan, empat orang pemasang spanduk dukungan terhadap ISIS bukan mahasiswa. Keempat orang ini pun tak ada kaitannya dengan ITB.

"Hanya lokasinya saja dekat ITB. Mereka bukan mahasiswa," tutur Mashudi.

Dikatakannya, mereka yang diamankan adalah anggota sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) atau Organisasi Masyarakat (Ormas) yang ada di Kota Bandung. Namun belum mau menyebutkan identitas keempat orang tersebut.

"Kelompoknya berinisial G. Empat orang tersebut diserahkan oleh ketua kelompoknya," ujar Kapolrestabes.

Soal motif pemasangan spanduk, Mashudi mengaku belum mendapat laporan terbaru dari penyidik. Tapi hingga akhir pekan lalu, polisi memang masih melakukan pendalaman.(tis)

Selengkapnya, bisa dibaca di koran Harian Pagi Tribun Jabar, Senin (11/8/2014).


12.14 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger