Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Di Book Fair Ada Pameran Peninggalan Nabi Muhammmad SAW

Written By Unknown on Kamis, 01 Mei 2014 | 12.14

TRIBUN JABAR/TIAH SM

Suasana pembukaan Bandung Islamic Book Fair 2014 di Landmark Convention Hall Jalan Braga 129 Bandung, Kamis (1/5/2015). Pameran yang akan berlangsung hingga 7 Mei ini juga diramaikan dengan pameran peninggalan Nabi Muhammad SAW. 

BANDUNG, TRIBUN - Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) Jabar bekerjasama dengan Pemerintah Kota Bandung  menggelar Bandung Islamic Book Fair 2014 di Landmark Convention Hall Jalan Braga 129 Bandung, Kamis (1/5).

Islamic Book Fair 2014 mengusung tema "Bandung Cinta Ilmu Cinta Al Quran" akan berlangsung 1-7 Mei 2014.

Pembukaan diawali dengan pembacaan ayat suci Al Quran, sedangkan book fair diikuti 100 penerbit dan ada diskon sampai 70 persen. Selain pameran buku ada pameran pedang Nabi dengan memamerkan 35 item peninggalan Nabi Muhammmad SAW dan para sahabatnya. (*)


12.14 | 0 komentar | Read More

17 PSK dari Bandung Dikirim ke Palimanan Untuk Dibina

BANDUNG, TRIBUN - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP Kota Bandung mengirim 17 wanita pekerja seks komersial (PSK) ke Palimanan untuk dibina, Kamis (1/5).

Kepala Satpol PP Kota Bandung Ferdi Ligaswara mengatakan, PSK hasil razia di beberapa lokasi tempat mangkal, Kamis (1/5) dini hari.
"Sebenarnya ada 19 PSK yang terjaring tapi dua PSK batal dikirim karena dalam kondisi hamil 5 dan 7 bulan," ujar Ferdi.

Ferdi mengatakan, para wanita malam dijaring ketika mangkal stasiun hall, Jalan Otto Iskandar Dinata, Tegallega, Jalan ABC, Banceuy dan sekitarrnya. "Razia  bertujuan tidak hanya menegakan Perda tapi  menghindari masyarakat dan antisipa tertular penyakit," ujar Ferdi. (*)


12.14 | 0 komentar | Read More

Ini Proses Pengurusan STNK Baru Atau Hilang

BANDUNG, TRIBUN - Pemohon pembuatan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) yang hilang harus melalui beberapa tahapan. Beberapa persyaratan yang harus disiapkan, antara lain KTP pemilik kendaraan berupa fotokopi dan aslinya, fotokopi STNK yang hilang, surat keterangan hilang STNK dari Polsek atau Polres setempat, lalu BPKB asli dan fotokopi.

Sedangkan, informasi resmi dari broadcast lewat blacberry milik traffic management center (TMC) Satlantas Polrestabes Bandung menyebutkan, prosedur pengurusan STNK hilang adalah sebagai berikut:

1. Cek Fisik kendaraan. Fotokopi hasil cek fisiknya.
2. Mengisi Formulir Pendaftaran.
3. Mengurus Cek Blokir (Mengurus Surat Keterangan STNK Hilang dari Samsat), berisi keterangan keabsahan STNK terkait, misalnya tidak diblokir atau dalam pencarian. Lampirkan hasil cek fisik kendaraan.
4. Mengurus pembuatan STNK baru di loket BBN II. (Lampirkan semua persyaratan data dan Surat Keterangan Hilang dari Samsat).
5. Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor. (Bila telah dibayar maka bebas biaya pajak).
6. Membayar Biaya Pembuatan STNK baru.
7. Pengambilan STNK dan SKPD (Surat Ketetapan Pajak Daerah).
8. Selesai.

(*)


12.14 | 0 komentar | Read More

Sepuluh Tuntutan Buruh pada May Day 2014

JAKARTA, TRIBUN - Ratusan ribu buruh dari sejumlah aliansi serikat pekerja akan turun ke jalan untuk memperingati perayaan Hari Buruh Internasional atau May Day. Setidaknya ada 20 provinsi yang akan dijadikan lokasi aksi.

Dalam aksinya, para buruh tersebut akan menyampaikan sepuluh tuntutan yang ditujukan bagi para pengusaha dan pemerintah. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan, sepuluh tuntutan yang akan disampaikan oleh buruh itu menyangkut persoalan kesejahteraan buruh dan para pegawai outsourcing lainnya.

Adapun 10 tuntutan para buruh adalah sebagai berikut.

1. Naikkan upah minimum 2015 sebesar 30 persen dan revisi KHL menjadi 84 item;
2. Tolak penangguhan upah minimum;
3. Jalankan Jaminan Pensiun Wajib bagi buruh pada Juli 2015;
4. Jalankan Jaminan Kesehatan seluruh rakyat dengan cara cabut Permenkes 69/2013 tentang tarif, serta ganti INA CBG's dengan Fee For Service, audit BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan;
5. Hapus outsourcing, khususnya outsourcing di BUMN dan pengangkatan sebagai pekerja tetap seluruh pekerja outsourcing;
6. Sahkan RUU PRT dan Revisi UU Perlindungan TKI No 39/2004;
7. Cabut UU Ormas ganti dengan RUU Perkumpulan;
8. Angkat pegawai dan guru honorer menjadi PNS, serta subsidi Rp 1 Juta per orang/per bulan dari APBN untuk guru honorer;
9. Sediakan transportasi publik dan perumahan murah untuk buruh;
10. Jalankan wajib belajar 12 tahun dan beasiswa untuk anak buruh hingga perguruan tinggi.

Di Jakarta, tuntutan para buruh ini akan dibacakan di depan Istana Negara. Adapun di daerah tuntutan akan disampaikan di depan kantor gubernur masing-masing. "Setelah kumpul di Bundaran HI, massa akan long march ke Istana Negara untuk melakukan orasi 10 tuntutan buruh Indonesia," kata Said melalui keterangan yang diterima Kompas.com, Kamis (1/5/2014).

Said menuturkan, aksi ini akan dimulai sejak pukul 10.00 WIB hingga 17.00 WIB. Selain Bundaran HI dan Istana Negara, ada sejumlah tempat yang akan dijadikan lokasi tempat berkumpulnya massa, yakni pendopo Gubernur DKI Jakarta dan Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Menurut Said, aksi buruh di Jakarta akan diikuti oleh sekitar 100.000 buruh se-Jabodetabek. Sementara di provinsi lain, diperkirakan jumlah massa yang mengikuti kegiatan ini mencapai 500.000 buruh. 

"Nantinya, selain 100.000 buruh, acara May Day ini juga akan dihadiri oleh 10.000 guru honorer dan tenaga honorer dari seluruh Indonesia serta ratusan perwakilan mahasiswa," imbuh Said. (Dani Prabowo/kompas.com)


12.14 | 0 komentar | Read More

Sejumlah Buruh Donorkan Darah Saat May Day

TRIBUN JABAR/TEUKU MUH GUCI S

Sejumlah buruh pabrik PT Aurora World Cianjur mendonorkan darahnya di halaman parkir perusahaan penghasil wig yang berada di Jalan Raya Bandung, Kamis (1/5/2014). 

CIANJUR, TRIBUN - Siti Nurani (23), buruh pabrik PT Aurora World Cianjur mengaku deg-degan ketika mendonorkan darahnya di halaman parkir perusahaan penghasil wig yang berada di Jalan Raya Bandung, Kamis (1/5).

Gadis berkulit putih itu merupakan satu dari sekian buruh PT Aurora yang mengikuti bakti sosial untuk memperingati hari buruh sedunia yang jatuh pada hari ini.

"Alhamdulillah saya bisa menyumbangkan sebagian darah saya di hari buruh ini. Mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi yang membutuhkan," ujar gadi warga RT 4/11 Kampung Buniayu, Desa Kertamukti, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur ketika berbincang dengan Tribun.

Berdasarkan pantauan Tribun, tak ada aktivitas di pabrik tersebut pada hari ini. Hanya saja sejumlah buruh di perusahaan yang hampir 80 persen mempekerjakan wanita itu berdatangan ke pabrik untuk mengikuti kegiatan bakti sosial tersebut. Perusahaan itu didatangi mobil unit transfusi darah dari PMI Kabupaten Cianjur. (*)


12.14 | 0 komentar | Read More

Indonesia AirAsia Miliki Kapten Pilot Wanita Pertama

JAKARTA, TRIBUN - Indonesia AirAsia melantik Captain Dewi Meilina, yang merupakan kapten pilot wanita pertama yang dimiliki oleh perusahaan, Rabu (30/4/2014) kemarin. Acara perayaan sederhana ini diadakan di kantor Indonesia AirAsia di Jalan Marsekal Surya Darma, Cengkareng, Tangerang.

Presiden Direktur Indonesia AirAsia Dharmadi turut hadir dan menyematkan Bar Captain secara simbolik kepada Captain Dewi yang disaksikan oleh jajaran direksi dan karyawan Indonesia AirAsia.

Captain Dewi lulus dari Pendidikan dan Latihan Penerbangan (PLT) Curug, Tangerang, yang sekarang namanya berubah menjadi Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI), pada tahun 2000 dan merupakan angkatan ke-56.

Penerbang yang memiliki hobi membaca komik ini bergabung dengan Indonesia AirAsia secara resmi pada 2013 sebagai Senior First Officer. Sampai saat ini Captain Dewi telah memiliki total 6.500 jam terbang.  

Di kesempatan tersebut,  Indonesia AirAsia juga melantik lima home grown pilot, yang memulai karirnya sebagai Ab-initio First Officer di Indonesia AirAsia, dan saat ini telah memenuhi kriteria untuk menjadi Captain Pilot (Pilot in Charge).

Kelima home grown pilot tersebut adalah Captain Ibrahim Wibhawa Sugardo, Captain Jefry Liwan, Captain Tekad Purna Agnia Martanto, Captain Wicaksono, dan Captain Erlangga Dwinata. Captain Dewi Meilina dan kelima rekannya tersebut menyelesaikan pendidikan kapten pilot (captaincy) awal April 2014. (*)


12.14 | 0 komentar | Read More

Kadin: Indonesia Hadapi Bencana Pengangguran yang Serius

Written By Unknown on Rabu, 30 April 2014 | 12.14

JAKARTA, TRIBUN - Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Suryo Bambang Sulisto menyatakan, masalah paling krusial yang dihadapi Indonesia pada saat ini dan di masa mendatang adalah masalah ketenagakerjaan.

Suryo mengungkapkan, jumlah penduduk Indonesia sejak 10 tahun terakhir terus meningkat tanpa terhambat program-program keluarga berencana. Namun di sisi lain, jumlah penyerapan tenaga kerja di dalam negeri tidak berkembang, malah cenderung menurun.

"Menurut data BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal), pada kuartal I 2013 terdapat realisasi investasi sebesar Rp 93 triliun dengan kemampuan menampung tenaga kerja sebesar 361.924 orang. Pada kuartal I tahun ini, ada investasi sebesar Rp 106,6 triliun tetapi hanya mampu menyediakan lapangan kerja untuk 260.156 orang," kata Suryo di Jakarta, Rabu (30/4/2014).

Menurut Suryo, data tersebut menunjukan investasi telah bergeser dari padat karya menuju ke padat modal dan padat teknologi. Jika investasi dengan pola ini terus berlanjut, maka target menciptakan setiap 1 persen pertumbuhan ekonomi akan menyerap 400.000 tenaga kerja tidak akan tercapai.

"Dengan lain perkataan, dilihat dari aspek ketenagakerjaan, mutu investasi di Indonesia cenderung menurun. Selama struktur perekonomian Indonesia belum berubah dari pola ekspor komoditas sumber daya alam, maka kita akan menghadapi bencana pengagguran yang serius," ujar dia.

Dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean tahun 2015 mendatang, lanjut dia, Indonesia tak perlu berandai-andai tentang sumber daya manusia. Angkatan kerja di Indonesia hampir 50 persen hanya lulusan sekolah dasar.

"Yang perlu kita lakukan adalah bagaimana kita dapat mengemas sumber daya manusia yang jumlahnya sedikit tapi memiliki keunggulan dan produktivitas tinggi," jelas Suryo.  (Sakina Rakhma Diah Setiawan/kompas.com)


12.14 | 0 komentar | Read More

Ratusan Guru Sempat Blokir Jalan Siliwangi

TRIBUN JABAR/IDA ROMLAH

HAPUS DISKRIMINASI - Guru sekolah swasta di Kota Cirebon berunjuk rasa di depan Balai Kota Jalan Siliwangi, Rabu (30/4/2014). Mereka meminta penghapusan diskriminasi terhadap sekolah swasta, terutama menyangkut penerimaan peserta didik baru (PPDB). 

CIREBON, TRIBUN - Ratusan guru sekolah swasta sempat memblokir Jalan Siliwangi, tepatnya di depan Balai Kota Cirebon, Rabu (30/4). Akibatnya, kendaraan harus memutar arah mulai dari simpang empat Kartini hingga simpang tiga M Toha.

Blokir jalan terjadi ketika ratusan guru sekolah swasta berunjuk rasa di depan Balai Kota. Sambil membentangkan spanduk dan membawa karton berisikan kritik terhadap kebijakan Pemkot Cirebon yang dianggap diskriminasi terhadap sekolah swasta, para guru itu duduk beralaskan aspal memenuhi jalan.

"Empat tahun lalu kami pernah datang ke sini dan hari ini kami datang lagi. Kami hanya ingin jangan ada diskriminasi terhadap sekolah swasta," ujar perwakilan guru, Agus Sunandar melalui pengeras suara.

Para guru tiba di depan Balai Kota sekitar pukul 09.30. Kemudian sekitar pukul 11.00 massa membubarkan diri. (roh)


12.14 | 0 komentar | Read More

Pemkot Akan Data Ulang 849 BTS di Bandung

BANDUNG, TRIBUN - Sampai saat ini, setidaknya ada 849 menara telekomunikasi. BTS (base tranceiver station) di  Kota Bandung. Jumlah tersebut sudah kebanyakan, meskipun sebenarnya masih memerlukan BTS untuk peningkatan teknologi informasi.

"Penggunaan teknologi informasi semakin banyak. Tetapi saat ini  jumlah BTS mencapai 849 titik. Sudah termasuk padat untuk kota sebesar Bandung," ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung Aos Bintang di Balai Kota Jalan Wastukancana, Rabu (30/4).

Menurut Aos, Pemkot Bandung akan melakukan pendataan seluruh BTS. Apalagi BTS yang tercatat di Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) hanya 400-an.

"Sisanya bukan tidak berizin, tetapi datanya  melalui proses perizinan di Distarcip (Dinas Tata Ruang Cipta Karya), sekarang izin ada BPPT makanya akan ada  verifikasi agar ketahuan mana yang mengantongi izin dan tidak," ujar Aos.

Aos mengatakan, BTS yang tidak berizin akan ditindak sesuai Peraturan Daerah (Perda) No 15 tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Menara Telekomunikasi dan Retribusi.

"Validasi data akan berdampak pada pendapatan asli daerah (PAD) karena BTS merupakan obyek retribusi," ujar Aos.

Aos menegaskan setelah  pendataan yang tidak berizin ditindak. Misalnya listrik dimatikan. Kalau pembongkaran akan dikoordinasikan dengan Satpol PP dan pemilik tower. (*)


12.14 | 0 komentar | Read More

SMK Penerbangan Angkasa Insani Tangerang Terancam Ditutup

TANGERANG, TRIBUN - Pemerintah Kota Tangerang berencana menutup Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Penerbangan Angkasa Insani. Pasalnya, SMK yang berada di Jalan KS Tubun, Koang Jaya, Kota Tangerang tersebut tidak memiliki izin operasional.

"Saya sudah instruksikan Kepala Dinas Pendidikan untuk menutup SMK tersebut karena tidak memiliki izin operasional. Ini harus segera dilakukan," kata Wali Kota Tangerang Arif R Wismansyah di Gedung Balaikota Tangerang, Rabu (30/4).

Bila orangtua siswa merasa ditipu dan dirugikan dengan keberadaan sekolah tersebut, mereka dipersilakan melapor ke pihak kepolisian. Menurutnya, masyarakat juga harus proaktif untuk ikut mengecek status sekolah sebelum memutuskan menyekolahkan anaknya.

"Saya baru menjabat sebagai wali kota empat bulan. Bila ada pelanggaran di sini, kami  ikuti aturannya dan segera lapor polisi," ujarnya.

Saat ini, pihak Pemkot Tangerang sudah bekerja sama dengan Satpol PP dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) untuk melakukan penindakan tegas. Satpol PP siap menggusur SMK ilegal tersebut bila sudah ada keputusan final.

Terkait keberadaan enam PNS yang bekerja di SMK tersebut, Arif telah menginstruksikan Inspektorat Pendidikan untuk melakukan penyidikan terkait masalah tersebut. Agar para siswa tidak terlantar, pihak Pemkot Tangerang berencana akan memindahkan mereka ke SMK lainnya sehingga proses belajar tidak terganggu.

"Kami masih koordinasikan sehingga pemindahan siswa bisa segera terealisasi," katanya.

Kasus SMK ilegal ini terkuak, setelah seminggu yang lalu para orangtua siswa melaporkan ke Dinas Pendidikan Kota Tangerang terkait adanya 16 siswa SMK Penerbangan Angkasa Insani yang tidak bisa mengikuti Ujian Nasional (UN). Pihak sekolah beralasan karena para siswa belum membayar administrasi sekolah. Dinas Pendidikan yang mendapatkan laporan tersebut kemudian melakukan penyelidikan dan terbukti SMK tersebut tidak memiliki izin operasional. (kompas.com)


12.14 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger