Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Polri Ingin 'Satu Desa Satu Polisi' Mampu Cegah Konflik

Written By Unknown on Jumat, 01 Februari 2013 | 12.14

Jumat, 1 Februari 2013 10:58 WIB

JAKARTA, TRIBUN - Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Polri Komisaris Jenderal Oegroseno ingin mengaktifkan kembali program Satu Desa Satu Polisi. Program tersebut, menurut Oegroseno, ialah untuk mencegah terjadinya konflik di suatu wilayah.

"Saya menginginkan tidak ada konflik, tapi optimalisasi saya maksimalkan. Saya harus isi satu desa, satu polisi. Tahun 2013 ini harus terisi," ujar Oegroseno seusai penutupan rapat pimpinan Polri di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian, Kamis (31/1/2013).

Selain itu, pendekatan pada masyarakat sebagai upaya preventif juga dilakukan. Oegroseno mencatat, Indonesia memiliki 76.000 desa sehingga ada 76.000 polisi yang diturunkan dan dapat siaga 24 jam.

Satu kepolisian yang akan ditempatkan di wilayah tersebut diharapkan dapat mendeteksi lebih awal ancaman terjadi konflik. Ancaman itu pun segera diatasi hingga tidak terjadi konflik horizontal yang kerap terjadi di beberapa wilayah Indonesia. Para aparat kepolisian itu pun akan diberi pelatihan lebih dahulu.

"Sekarang strategi kita ciptakan supaya tidak ada konflik. Kita lihat selama ini yang terjadi kan konflik duluan, baru aparat datang. Kita harapkan sejak awal, sejak kedengaran ada ancaman di dearah, polisi sudah mulai menangani," terangnya.

Untuk diketahui, program ini telah ada sejak beberapa tahun sebelumnya. Namun, Satu Polisi Satu Desa ini tidak berjalan dengan baik. Konflik antarwarga pun terjadi dalam beberapa tahun belakangan. Konflik pada umumnya dipicu kesalahpahaman antarwarga dan memakan korban jiwa. (*)


12.14 | 0 komentar | Read More

Aceng Yakin Keputusan Presiden Akan Bijaksana

Jumat, 1 Februari 2013 11:08 WIB

GARUT, TRIBUN - Menanggapi putusan DPRD Kabupaten Garut yang mengusulkan pemberhentian jabatannya, Aceng HM Fikri, mengatakan pasrah dan menyerahkan keputusan tersebut kepada Presiden. Aceng mengatakan akan tetap menjalankan tugasnya sebagai Bupati sampai Presiden memutuskan pemakzulan Aceng.

"Tadi ya rapatnya? Saya tidak tahu. Sampai saat ini saya tidak mendapat undangan. Jadi bagaimana mau datang. Tapi ya kita lihat saja nanti prosesnya bagaimana. Kita hormati saja putusan DPRD," kata Aceng saat ditemui dalam kunjungannya memantau RSUD dr Slamet Kabupaten Garut, Jumat (1/2).

Aceng mengatakan akan menunggu keputusan Presiden. Aceng yakin Presiden menghasilkan keputusan yang bijaksana sesuai dengan konstitusi dan tata negara. Menurutnya, Presiden akan keluarkan putusan dengan cukup hati-hati dan tidak gegabah, sebab Aceng yakin Presiden seorang pemegang konstitusi sejati.

Ditemui di tempat terpisah, Sekretaris Daerah Kabupaten Garut, Iman Alirahman, mengatakan Aceng masih menjabat sebagai Bupati Garut sampai Presiden menurunkan jabatan Aceng. Hal tersebut berlaku walaupun DPRD Kabupaten Garut sudah mengajukan usulan pemberhentian Aceng ke Presiden.

"Beliau masih menjabat sebagai Bupati," kata Iman yang langsung memasuki mobil dinasnya setelah menghadiri Rapat Paripurna.  (*)


12.14 | 0 komentar | Read More

Aher Dipertanyakan, Jokowi Dipuji

JAKARTA, TRIBUN - Ketidakhadiran Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dalam Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat Komisi V DPR, di Gedung DPR, Kamis (31/1/2013), tampaknya terus dipermasalahkan oleh para anggota Komisi V tersebut. Kehadiran pria yang akrab disapa Aher pun diwakili oleh Sekretaris Daerah Jawa Barat Pery Soeparman.

Sepanjang delapan jam rapat itu berlangsung, tak henti-hentinya interupsi datang dari anggota Komisi V untuk mengkritisi absennya Aher. Pasalnya, dengan tidak menghadiri rapat koordinasi tersebut, ia dinilai tidak serius menangani penanggulangan banjir. Terlebih alasan utama absennya Aher karena persiapan Pilkada Jawa Barat.

"Kami mohon maaf Pak Gubernur tidak dapat hadir karena beliau sedang mempersiapkan Pilkada Jawa Barat," kata Pery Soeparman di Gedung Parlemen, Jakarta.

Mendengar hal  itu, sontak Ketua Komisi V DPR RI Yasti Soepredjo Mokoagow menyesali sikap calon gubernur incumbent tersebut. Menurut dia, rapat kerja tersebut sangat penting untuk melakukan koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum, Pemprov DKI, dan Pemprov Banten untuk menanggulangi banjir.

"Sepertinya ini rapat yang sangat penting ya, jadi Pak Gubernur tidak bisa minta izin saja, karena rapat ini resmi seharusnya tidak dapat diwakilkan oleh siapa pun kecuali dia sudah ada cuti resmi," kata Yasti.

Selain itu, alasan berkampanye pun tampaknya sangat tidak diterima oleh Yasti. Menurut dia, alasan berkampanye itu berarti Aher lebih memedulikan kepentingan pribadi daripada kepentingan masyarakat Jawa Barat. Sebagai tindak lanjutnya, Yasti mengatakan, dia akan mengadukan ketidakhadiran Aher kepada Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi agar memberikan teguran keras kepada Heryawan.

"Intinya, kami betul-betul menyesalkan ketidakhadirannya. Kami akan berkoordinasi dengan Mendagri, nanti Mendagri yang akan menegur," katanya tegas.

Suara lantang menanggapi absennya Aher juga disampaikan oleh anggota Komisi V lainnya, Rendy Lamadjido dari Fraksi PDI-P, yang menyebutkan Aher tak pernah serius untuk menanggulangi banjir. "Sebelumnya, kami juga pernah undang dia di tahun 2010. Kami ingin serius, tapi dia enggak pernah hadir, ada yang kurang lengkap begitu. Jadi harus menjadi perhatian khusus ini," kata dia.

Berbeda dengan Aher yang terus dicecar oleh Anggota Komisi V DPR, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo yang baru sekali mengikuti Rapat Dengar Pendapat Komisi V mendapatkan pujian dari anggota DPR. Dengan kehadiran Jokowi untuk mengikuti rapat tersebut dianggap sebagai semangatnya untuk menanggulangi banjir yang telah puluhan tahun terus menerjang Ibu Kota.

"Semangat itu terus ditumbuhkan untuk menyelesaikan bersama-sama dengan rakyat. Penanganan sampah luar biasa Pemprov DKI sampai turun langsung ke lapangan. Pak Jokowi melakukan penanganan cepat persoalan banjir ini. Kami ini selalu tiap ada banjir, selalu di situ saja terpusat, padahal memerlukan sesuatu yang terencana dan teknis," kata Rendy.

Tak berhenti di situ, anggota Komisi V DPR lainnya, Sudewo, bahkan mengatakan, Jokowi dapat menjadi Gubernur DKI yang berhasil membangun Jakarta seperti Ali Sadikin. Dia juga sangat memberikan apresiasi kepada pemaparan Jokowi yang menurutnya sangat simpel, tetapi diyakini dapat menanggulangi banjir di Jakarta dan kota penyangga lainnya.

"Bagian yang disampaikan oleh Gubernur DKI memang sangat baik. Bagian hulu dan hilir memang harus saling bekerja untuk menanggulangi banjir. Saya berharap Pak Jokowi bisa membangun Jakarta seperti Ali Sadikin," kata Sudewo.

Dalam rapat dengar pendapat antara Komisi V DPR bersama Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Kepala BNPB Syamsul Maarif, Kepala Basarnas Mayjen TNI Alfan Baharuddin, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, dan Sekda Jawa Barat Pery Soeparman akhirnya diputuskan beberapa hal, antara lain:

- Komisi V DPR RI meminta Kementerian PU, BNPB, Basarnas, Pemprov DKI, Banten, dan Jawa Barat untuk meningkatkan manajemen dan koordinasi penanggulangan bencana banjir.

- Komisi V DPR RI mendukung usulan anggaran Kementerian PU Rp 2.037,2 triliun untuk program penanggulangan banjir.

- Komisi V DPR RI menegaskan kepada Pemprov DKI, Banten, dan Jawa Barat untuk menjalankan Perpres No 54 Tahun 2008 tentang Penataan Ruang Kawasan Jabodetabekpunjur (Audit RTRW).

- Komisi V DPR RI meminta kepada Pemprov DKI, Banten, dan Jawa Barat untuk menyampaikan data akurat tentang perubahan alih fungsi lahan masing-masing provinsi sebagai dasar perencanaan dan pengelolaan.

- Komisi V DPR RI mendukung pembuatan sumur resapan (biopori) pada setiap bangunan rumah dan gedung; Komisi V DPR RI mendesak Pemprov DKI, Banten, dan Jawa Barat untuk melakukan sinkronisasi program bersama pengendalian banjir Jabodetabekpunjur dipimpin oleh Menteri PU dengan alokasi anggaran bersumber dari APBN dan APBD. (*)


12.14 | 0 komentar | Read More

Daging Ayam Ras Pendorong Inflasi di Jabar

Jumat, 1 Februari 2013 11:22 WIB

BANDUNG, TRIBUN - Daging ayam ras merupakan komoditas yang mengalami kenaikan harga paling tinggi pada Januari 2013 di Jabar. Daging ayam ras tersebut mendorong inflasi pada Januari 2013 di Jabar dengan angka 0,23 persen.

Setelah daging ayam, cabai merah juga mendorong inflasi sebesar 0,14 persen, telur ayam ras (0,10 persen), bawang merah (0,07 persen), dan cabai rawit dan beras masing-masing 0,06 persen.

"Daging ayam ras mengalami kenaikan harga paling tinggi kemungkinan karena langkanya daging sapi di pasaran. Daging tak ada, maka larilah ke daging ayam," ujar Kepala BPS Jabar, Gema Purwana dalam jumpa pers di Kantor BPS Jabar, Jumat (1/2).

Menurut Gema, dari tujuh kelompok pengeluaran, semua mengalami inflasi pada Januari 2013. Kelompok bahan makanan yang paling besar, yakni 3,51 persen. Posisi kedua disusul kelompok kesehatan (0,45 persen), kemudian kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar (0,25 persen), kelompok sandang (0,18 persen), kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau (0,12 persen), kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan (0,05 persen), dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga (0,01 persen).

Pada Januari 2013, Jabar mengalami inflasi sebesar 1,05 persen. Angka tersebut merupakan tertinggi dibandingkan bulan yang sama mulai 2009 sampai 2012. Malah pada Januari 2009, Jabar deflasi 0,28 persen. Januari 2010 (inflasi 0,77 persen), Januari 2011 (0,62 persen), dan Januari 2012 (0,79 persen). (*)


12.14 | 0 komentar | Read More

Andy Menjambret 17 Kali Sejak 7 Bulan Lalu

Jumat, 1 Februari 2013 11:28 WIB

Dicky Fadiar Djuhud
Kapolsek Sumur Bandung, Kompol Janter Nainggolan meminta keterangan salah seorang bandit, Andy (bertato) yang terjatuh saat hendak menjambret di halaman Mapolsek Sumur Bandung, Jumat (1/2/2013).

BANDUNG, TRIBUN - Sejak 7 bulan lalu, Andy (17) sudah melakukan penjambretan di 17 lokasi di sejumlah tempat di Bandung. Remaja putus sekolah asal Baleendah, Kabupaten Bandung ini merupakan salah seorang bandit yang gagal menjambret gara-gara terjatuh dari motor di kawasan Jalan Tamblong (depan pom bensin), Minggu (27/1) lalu. 

Setiap kali beraksi, Andy kerap ditemani kawanan bandit lainnya, berboncengan menggunakan 2 motor. Selain menjadi joki, kadang-kadang ia menjadi eksekutor berbekal samurai untuk menakut-nakuti korban. Bahkan, tak segan-segan menganiaya korbannya bila dia melawan.

"Pokoknya, di Bandung aja. Biasanya jadi joki. Tapi, kadang-kadang ngelakuin (eksekutor). Mulai nya (menjambret) sejak pertengahan tahun lalu," ujar Andy yang mengaku putus sekolah saat duduk di kelas 3 SMP, Jumat (1/2). (*)


12.14 | 0 komentar | Read More

Bum! Dua Rumah Terbakar di Jalan Emong

Jumat, 1 Februari 2013 12:19 WIB

BANDUNG, TRIBUN - Bum! Suara ledakan sebanyak sekitar tiga kali terdengar di samping SMA BPI, Jalan Burangrang, Bandung, Jumat (1/2), sekitar pukul 11.00. Ternyata suara ledakan tersebut kemudian disusul dengan api yang membakar dua rumah di Jalan Emong Gg Uni, RT 04/01 Kelurahan Burangrang, Kecamatan Lengkong.

Enam unit mobil pemadam kebakaran kemudian datang untuk memadamkan api di rumah padat penduduk tersebut. Polisi bersiaga mengatur arus lalu lintas yang bertepatan dengan bubaran anak-anak sekolah.

"Kejadiannya tadi sekitar jam sebelas tadi. Ada ledakan aja, tiga kali. Pas dilihat api membesar di dua rumah itu. Rumahnya ibu Uho dan pak Haji. Tidak ada korban jiwa," ujar Rokhman (43), Ketua RW 01 Kelurahan Burangrang di lokasi kejadian, Jumat (1/2). (dic)


12.14 | 0 komentar | Read More

Penanaman Pohon Perdana CSB Bergulir November 2012

Written By Unknown on Minggu, 27 Januari 2013 | 12.14

Penanaman Pohon Perdana CSB Bergulir November 2012

Sabtu, 26 Januari 2013 21:15 WIB

BANDUNG, TRIBUN - Misi positif diusung lembaga asal Bandung yang merupakan pecinta lingkungan, Paguyuban Citarum Sobat Bumi (CSB) dalam melestarikan lingkungan. Terbukti, CSB menggulirkan program penanaman pohon, yang jumlahnya mencapai 100 juta batang pohon.
 
Direktur Informasi dan dan Komunikasi CSB, Yoga Udayana, mengemukakan, sebenarnya pada November 2012, untuk pertama kalinya, pihaknya melakukan penanaman pohon, yang didukung yayasan sebuah lembaga BUMN, yaitu Pertamina Foundation. Pada 2012, kata Yoga, lokasi penanaman pohon, yang jumlahnya sebanyak 5 juta batang, tersebar di 8 kecamatan Kabupaten Bandung. "Tahun ini, rencananya, jumlah pohonnya sebanyak 15 juta batang," cetus Yoga di Dewan Pertimbangan Ekonomi (DPE) Kota Bandung, Jalan Talagabodas Bandung, Sabtu (26/1).
 
Memang, aku Yoga, program ini berlangsung mandiri. Meski demikian, imbuhnya, pihaknya mengajak jajaran pemerintah setempat, yaitu Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat. "Ternyata, program ini mendapat respon. Seandainya tidak ada respon pun, kami tetap menggulirkan program ini," tegas Yoga. (win)

Penulis : win

Editor : dia


12.14 | 0 komentar | Read More

Djanur Ketar-ketir Cuaca Mendung

Sabtu, 26 Januari 2013 21:44 WIB

CIMAHI, TRIBUN - Persib Bandung sengaja menggelar latihan di siang hari agar terbiasa dengan cuaca panas. Ini dilakukan karena Maung Bandung akan melakukan tur ke Papua yang saat ini cuacanya sedang panas.

Karenanya, latihan pada hari Sabtu (26/1), latihan digelar siang hari di Lapangan Pusdik Pom. Latihan ini baru dimulai sekitar pukul 13.30 dan selesai pukul 15.15.
Setelah melakukan pemanasan dan latihan ringan, tim pelatih di bawah komando Djadjang Nurdjaman menggelar gim internal. Para pemain dibagi ke dalam dua tim dan bermain di bawah sinar matahari yang menyengat.

Pelatih yang akrab dipanggil Djanur ini pun melihat tujuannya tercapai. "Tadi pas latihan, cuaca panas. Saya sempat ketar-ketir takut mendung," ujarnya kepada wartawan setelah latihan.
Ia menambahkan, latihan Minggu besok juga akan dilakukan di siang hari. "Latihannya juga standar. Engga terlalu berat. Tadi ada menu latihan speed sedikit tapi engga terlalu nguras (tenaga)," ucapnya. Ia sadar jika beban latihan terlalu berat pemain akan kelelahan sebelum bertanding melawan Persiram Raja Ampat Kamis pekan depan.

Dikatakannya, dalam beberapa sesi latihan terakhir, dirinya sudah mulai memberikan menu latihan taktik. Ini sebagai persiapan menghadapi Persiram dan Persidafon Dafonsoro.
"Sisi pertahanan juga dibenahi," kata mantan pelatih Pelita Jaya Karawang ini.(tis)


12.14 | 0 komentar | Read More

Penjadwalan Ulang Laga Kandang Rugikan Persib

Sabtu, 26 Januari 2013 21:47 WIB

CIMAHI, TRIBUN - Pelatih Persib Bandung Djadjang Nurdjaman mengatakan penjadwalan ulang dua laga kandang Persib di bulan Februari merupakan hal merugikan timnya.
"Bagaimanapun, pertandingan home sangat ditunggu," kata pelatih yang akrab dipanggil Djanur ini kepada wartawan setelah latihan di Lapangan Pusdik Pom, Sabtu (26/1) sore.

Ia menambahkan, pertandingan di depan bobotoh merupakan kesempatan timnya untuk mendulang angka. "Tapi ini setelah (pertandingan) away, kami away lagi," tutur Djanur.
Namun ia juga menghargai keputusan polisi. Hanya saja ia berharap laga yang dijadwal ulang ini tetap digelar di Bandung.

Menurut laman resmi Persib, Panitia pelaksana pertandingan Persib secara resmi telah mengirim surat kepada PT Liga Indonesia untuk menjadwal ulang pertandingan kandang PERSIB yang dilaksanakan pada Februari 2013. Surat resmi dikirim ke PT Liga pada Jumat (25/1) siang melalui faks dan email.

Permohonan jadwal ulang ini mengacu pada surat dari Polrestabes Bandung terkiat penyelenggaraan kampanye dan pencoblosan Pemilihan gubernur/wakil gubernur Jabar 2013.
Surat dari Polrestabes kepada Panpel PERSIB pada 21 Januari lalu yang ditandatangani Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Drs. Abdul Rakhman Baso itu menjelaskan bahwa pelaksanaan Kampanye Pilgub/Wagub Jabar dimulai dari tanggal 7-20 Februari 2013, dan pelaksanaan pemungutan suara pada 24 Februari.

Sehubungan dengan hal tersebut, Polrestabes menyarankan kepada Panpel Persib tidak melaksanakan kegiatan pertandingan kandang sebagai tuan rumah di Wilayah Kota Bandung dalam periode waktu tanggal 7-24 Februari.

Berdasarkan jadwal yang sudah disusun PT Liga, pada periode kampanye dan pencoblosan, Persib akan menjalani dua partai kandang melawan Persiba Balikpapan pada Sabtu (9/2) dan Barito Putera pada Rabu (13/2). Oleh karena itu, Panpel Persib telah mengajukan permohonan penjadwalan ulang laga melawan Persiba dan Barito Putera serta pertandingan tetap dilaksanakan di Kota Bandung.(tis)


12.14 | 0 komentar | Read More

Manajemen Bantu Tiga Pemain yang Kena Sanksi PSSI

Sabtu, 26 Januari 2013 21:48 WIB

CIMAHI, TRIBUN - PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) akan membantu sepenuhnya tiga pemain Persib yang disanksi PSSI. Hal tersebut diutarakan oleh Komisaris PT PBB Kuswara S Taryono kepada wartawan di Lapangan Pusdik Pom, Sabtu (26/1) sore.

Seperti diberitakan sebelumnya, tiga pemain Persib yakni I Made Wirawan, Atep dan M Ridwan disanksi tak boleh beraktivitas di sepak bola Indonesia selama enam bulan dan didenda Rp 100 juta. Ini karena mereka tak memenuhi panggilan timnas.

"Kami akan bantu. Ada hal penting, sejak awal PT PBB konsen terhadap sepak bola nasional. Kami bersedia mengirim pemain ke timnas tapi, timnasnya harus satu, organisasinya juga harus satu," tutur Kuswara yang didampingi Komisaris Utama Zaenuri Hasyim dan Direktur PT PBB M Farhan.(tis)


12.14 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger